Skip to main content

Investasi adalah Seni


Beberapa bulan terakhir penulis melihat ada hal unik yang sedang terjadi di bursa saham Indonesia (IHSG) dimana emiten (perusahaan) yang selama ini sahamnya jarang diperdagangkan (diperjual-belikan) kini mulai menggeliat bak "cacing kepanasan".

Hal ini mungkin karena IHSG yang sudah menyentuh 5300 (IHSG) atau issue Tax Amnesty yang sedang bergulir deras dimana banyak pengusaha ikut program tersebut sehingga market mengalami over confidence, hal ini membuat banyak investor mulai bertingkah aneh. Penulis teringat dengan pesan dari Warrent Buffet "Fear when other greed, and greed when other fear", pesan Warrent Buffet sebenarnya lebih menunjukkan agar investor senantiasa waspada. Tidak ada yang tau apa yang terjadi besok sehingga investor dituntut selalu siap dengan physicology dan money menagement.

"INVESTASI ADALAH SENI"

Motto diatas sebenarnya adalah refleksi bagaimana market bertindak, kita ambil sebuah contoh yakni saham Unilever (UNVR) pada 2008 UNVR dihargai 7800/lot (1 lot=100 lembar saham) dengan PER 24,7x dan PBV 19,2x, bukankah UNVR sudah kemahalan? Ternyata nilai UNVR masih dinilai murah oleh market, pada 2015 UNVR dihargai 37000/lot dengan PER 48,2x dan PBV 58,5x, sunggu fantastik bukan? Bagaimana caranya agar investor menemukan saham seperti UNVR? Membaca  LK adalah kuncinya. Membaca laporan keuangan bertujuan agar investor lebih memahami diri sendiri ketimbang mempercayai analis-analis sekuritas. Setiap orang adalah pribadi yang unik, begitu juga dalam memilih saham, investor seharusnya memilih perusahaan dimana menajemennya sesuai dengan diri investor (Bukan ikut-ikutan beli karena rekomendasi). Ada investor yang sanggup bertahan dengan perusahaan cylical (musiman) karena investor paham bahwa bisnisnya bagus, contohnya seperti batubara, ketika demand batubara tidak sebesar tahun 2011, kebanyakan investor akan pergi dari sektor ini dan mengikuti Trend. Tapi tidak dengan investor yang sudah paham dengan dunia market, contohnya saja Lo Keng Hong, berdasarkan Laporan Pemegang Efek Petrosea Tbk (PTRO), LKH meningkatkan kepemilikannyad dari 8,5% menjadi 11%, dan membeli beberapa perushaaan komoditas lainnya. Dalam salah satu seminar Beliau (LKH) mengatakan " industri komoditas itu akan naik dan turun, jadi belinya ketika turun dan jual ketika naik, bukan sebaliknya".

Kebanyakan investor ingin menguasi dunia saham dalam waktu yang singkat bukan? tapi tidakkah kita ingat bahwa kita belajar pelajaran dasar saja butuh 6 tahun, menengah 3 tahun dan tingkat atas 3 tahun, So..!! Kenapa mau belajar saham kepengen kurang dari 1 tahun?? Penulis menyadari dalam belajar saham kita memerlukan buku dan panutan, penulis sendiri belajar dari buku-buku Warrent Buffet, salah satu buku yang direkomendasikan oleh Warrent Buffet adalah Buku "Intelligent Investor" karya Benjamin Graham,  Dalam buku ini menyarankan agar investor memegang saham dalam jangka waktu yang lama, serta membagi resiko (50% saham : 50% obligasi). Dalam buku ini juga menjelaskan bagaimana investor tidak membaca laporan keuangan, salah satu bagian yang penulis suka dari buku ini adalah "Benjamin sendiri menyadari bahwa ketika investor sudah menyelesaikan PRnya, Maka WAKTULAH YANG AKAN MEMBUKTIKAN".


So..!! Bagaimana investasi yang sederhana ini bisa menjadi rumit!? Kerumitan itu datang dari ketidak pahaman, Penulis sendiri banyak bertemu dengan investor-investor yang kehilangan jati diri dalam berinvestasi. Kemalasan dalam membaca Annual reportlah yang membuat investor kehilangan dirinya. Ingat..!! Membeli saham adalah membeli bisnis perusahaan, sekalipun hanya 1 lot. Annual Report tidak sekedar menjelaskan tentang pendapatan, net income, hutang, cashflow dll. Lebih dari itu Annual report menjelaskan Bagaimana menajemen bersikap. Hasil dari Merefleksikan diri terhadap menajemenlah yang seharusnya membuat investor melakukan buy or sell. Ketika investor tidak mengambil keputusan berdasarkan langkah ini Cepat atau lambat investor akan menyadari ketidakpastian dan menjual sahamnya.

Hal menarik yang bisa kita jadikan contoh adalah Lo Kheng Hong (LKH) adalah seorang investor yang dijuluki Warrent Buffetnya Indonesia, penulis sendiri belum pernah bertemu dengan beliau, tapi membaca artikel-artikel dan menonton seminar beliau di youtube (Seminar LKH) menunjukkan bahwa JANGKA PANJANG adalah hal terbaik dalam berinvestasi di saham. Bapak Lo Kheng Hong sendiri memulai investasi di umur yang sudah tidak muda. Tapi KESABARAN dalam jangka panjang yang membuatnya menjadi pemenang ( History LKH, Klik disini).


Sekian tulisan penulis, ini adalah tulisan awal..
Dan berharap kedepannya banyak masukan dari pembaca untuk mempertajam kemampuan penulis, terima kasih.

Untuk buku tentang Warrent Buffet, investor dapat mengirim email kepada penulis dengan alamat ido_aprilian@yahoo.com ataupun dapat mengirimkan pesan singkat di 081269744796 dengan format WB_nama email (Penulis akan memberi secara Gratiss!! Bagi penulis berbagi ilmu adalah hal yang penting untuk mencapai kesuksesan di bursa saham)


Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…