Skip to main content

Portofolio November 2016

Berikut ini penulis akan menampilkan portofolio saham yang penulis miliki pada tanggal 18/11/2016

Nama
Average
Last
%
BJBR
1149
1460
27
CPIN
3507
3340
-4,8
ICBP
8600
9100
5,8
PTRO
656
730
11,1
TOTL
828
785
-5,2
TOTO
585
550
-6
SOCI
425
394
-7,3

Dari data diatas dapat investor lihat, portofolio penulis berada pada average 3,7% per tanggal 18/11/2016.

Penulis akan menjabarkan alasan membeli saham-saham dari perusahaan berikut:

1. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR)
    Penulis pertama kali membeli BJBR pada agustus 2015 pada average harga 850, kemudan penulis melakukan average up hingga bertahan pada average 1149. Penulis sendiri cukup kagum dengan kinerja BJBR yang pertumbuhannya cukup baik dari tahun ketahun (penulis akan membahas khusus BJBR), dengan PER 9,1 dan PBV 1,5 dapat dikatakan BJBR tidaklah lagi murah, untuk bank sejenis
seperti Bank BNI (BBNI) dihargai pada PER 9,4 dan PBV 1,2. Terlihiat bahwa BJBR sudah dikategorikan premuim (sekalipun BUMN dan BUMD sulit untuk dibandingkan secara nilai Bank Buku). Namun kinerja yang terus bertumbuh dan deviden yang cukup baik, penulis tetap mempertahankan BJBR didalam portofolio.

2. Cahroen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN)
    Perusahaan pakan ternak ini secara valuasi tergolong cukup premium dibandingkan perusahaan sejenis seperti JPFA dan SIPD, namun penulis mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan net income (keuntungan bersih) per quartal (QoQ) yang sangat baik, Sekalipun perusahaan di hargai dengan PER 16,5 dan PBV 3,8. dibandingkan SIPD PER 19,4 dan PBV 0,8 dan JPFA PER 8,7 dan PBV 2,4. Berdasarkan kinerja CPIN dan JPFA menjadi pemimpin dan konsisten menghasilan pendapatan sehingga rata-rata pada ROE> 20%, (walaupun JPFA sempat mengalami rugi kurs pada 2015), penulis tetap memilih CPIN dikarenakan ditervikasi usaha yang baik pada bidang makanan dan minuman, Untuk JPFA sebenarnya juga baik, penulis sejujurnya cukup sulit menentukan pilihan ketika kedua perusahaan ini dihargai cukup murah pada 2015 silam.

3. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
    Mie... Siapa yang tidak makan mie? dan siapa yang tidak kenal indomie? Yep..!! Perusahaan yang merupakan anak usaha dari Indofood Fritolay Makmur (INDF) serta merek produknya sudah mendunia ini memang salah satu perusahaan yang baik dalam menagement dan sebagai salah satu perusahaan dengan market cap yang besar di IHSG. ICBP memiliki usaha pada bidang makanan seperti Indomie, Pop Mie, Bubur (Promina, Sun), Snack (Chitato,Qtela) dan pada bidang minuman seperti Susu (Indomilk), Teh (Ichi Ocha) dan Air Mineral (Cleo). Ditervikasi yang beragam dan memegang pangsa pasar, menarik melihat pertumbuhan ICBP ditengah bertumbuhnya kelas menengah Indonesia, secara value ICBP dihargai PER 28,2 dan PBV 6,2.

4. Petrosea Tbk (PTRO)
    Anak usaha Indika Enery (INDY) merupakan perusahaan rekayasa engineering, PTRO pada tahun 2011 memiliki kinerja yang cukup baik dengan average ROE 31% (Demand Batubara sedang bullish), pada tahun 2015-sekarang, PTRO mengalami penurunan keuntungan bersih (bahkan merugi), Lalu kenapa dibeli!?? Penurunan ini disebabkan harga batubara yang turun, bukan disebabkan menagementnya, Pendapatan PTRO 80% disumbang oleh penutupan lapisan tanah batubara dan sisanya dari PSOB dan rekayasa engineering. So... saat ini PTRO dihargai PBV 0,3x, walaupun PER minus, it's just matter of time sampai kondisi komoditas batubara kembali pulih.

5. Total Bangun Persada Tbk (TOTL)
    Perusahaan pembangunan yang berfokus pada pembangunan apartemen ini memang cukup premium secara memiliki PER12,5 dan PBV 3,1. Tapi yang menarik dari TOTL adalah pendapatan yang bertumbuh dan kemampuan menagement perusahaan dalam mencapai target kontrak (Untuk 2016 target kontrak sebesar 3 Triliun, dan per juni 2016 2,13 Triliun) Kemampuan menagement dalam mendapatkan proyek berulang dan cashflow yang bertumbuh pertahunnya, menjadikan perusahaan ini layak diperhatikan. Dan bagi penulis sendiri, TOTL hanya menunggu hinga market properti pulih yang diprediksi pada Q3 2017.

6. Surya TOTO Indonesia Tbk (TOTO)
    Perusahaan dengan produk wastafel, properti kamar mandi ini, sebenarnya tidak terlalu bagus secara cashflow bagi penulis, hanya saja pasca stocksplit perusahaan ini dihargai cukup murah dan sebagai value investing, it's just about time to prove. TOTO dihargai dengan PER 3,9 dan PBV 0,4

7. Soechi Lines Tbk (SOCI)
    Perusahaan perkapalan dengan kontrak 75% berasal dari Pertamina, berfungsi sebagai pembawa muatan minyak dan gas (Migas), memiliki anak usaha dalam bidang galangan kapal, pendapatan SOCI pada 2015 cukup bertumbuh pada Q1-Q3 2015, But... Bisnis perkapalan bukanlah bisnis yang mudah diprediksi, adanya ketentuan ketat dalam tahun kapal layak operasi, membuat SOCI pada 2016 menjual rugi (dikatakan rugi karena kapal dijual dibawah harga beli) kapal untuk membeli kapal baru dengan muatan yang lebih besar, walaupun secara jangka pendek memberikan efek, seperti pada Q1-Q3 2016, keuntungan bersih Soci cukup tergerus dikarenakan mengalami rugi kurs dan secara hutang SOCI telah mengkonversi hutang kedalam dollar (DER = 1) sehingga untuk kedepannya kerugian kurs dapat diminimalisir.

Pertanggal 18/11/2016, kinerja IHSG mengalami penurunan disebabkan oleh global seperti spekulasi perekonomian US atas kemenangan Donald Trump dan Suku bunga The Fed, dari dalam negeri sendiri tidak banyak berita ataupun sentimen negatif, yang paling hot dibicarakan adalah Demo Ahok 4 November dan Demo susulan 25 November 2016, tapi yang pasti IHSG tidak akan goyah hanya karena demo AHOK. Justru penulis merasa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan average down pada saham-saham pilihan dan memantau saham-saham yang dihargai lebih murah. Sekian tulisan dari penulis, jika ada perubahaan portofolio, penulis akan segera membahasnya di Blog.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…