Skip to main content

Portofolio Januari 2017

Pada kesempatan ini kembali penulis akan melampirkan hasil portofolio investasi serta tingkat persentase keuntungan yang penulis terima.

Berikut portofolio saham penulis :
Nama Perusahaan
Average
Last
%
BNLI
620
685
10.4
CPIN
3368
3170
-5,9
ICBP
8600
8500
-1,2
MBSS
328
358
9
PTRO
693
735
6,1
SIDO
530
540
1,9
SMSM
928
890
-4.1
TOTL
781
800
2,3

Lalu bagaimana perbandingan hasil strategi 2016 vs 2017? (Jika belum baca, berikut linknya "Strategi Investasi 2017"). Hasilnya cukup memuaskan, kenapa? dibandingkan dengan Portofolio 2016, tingkat return yang penulis terima pastinya lebih baik yakni dari -1% menjadi 2,% sekalipun tergolong kecil dan belum mampu mengalahkan kinerja IHSG sepanjang Januari 2017. Untuk IHSG sendiri prospeknya akan lebih baik ketimbang 2016 dikarenakan belanja pemerintah akan dioptimalkan. Selain itu, setelah pelantikan Trump sebagai Presiden AS, maka spekulasi di market pastinya akan berkurang dan tinggal menunggu bagaimana kebijakan-kebijakan Trump dapat mempengaruhi ekonomi dunia (kebijakan The Fed, kuota impor AS dll).

Pada Januari 2017, penulis melakukan beberapa kali average down yakni pada saham SMSM dan CPIN, sedangkan untuk average up, penulis hanya melakukan pada saham BNLI yang telah meingkat 30%. Sekedar informasi, harga saham BNLI meningkat semenjak isu bahwa Bank Mayapada Tbk (MAYA) akan di merger dengan Bank Permata Tbk (BNLI) (Berita : "Merger Bank Mayapada & Pemata?") dan pembelian saham BNLI oleh pemilik Mayapada Group pada november 2016.

Pada tulisan penulis sebelumnya (Strategi Investasi 2017), saham BNLI sebenarnya sudah masuk ke portofolio penulis dan sudah dibahas kenapa alasan membelinya. Tapi ada yang menarik, apa itu? Tulisan di web Stockbit oleh JSPutera (JSPUTRA-Stockbit) membuka pemikiran penulis, saat ini saham BNLI diperdangangkan dengan harga 685/saham (20/1/2017) dengan jumlah saham beredar 22.116.530.700 (22 Milyar), apabila dikalikan akan didapat market value BNLI adalah 12 Triliun, sedangkan bila kita cek ekuitas dari BNLI berkisar 22 T, so? bukankah BNLI masih murah oleh pasar? Ya, dengan pbv 0.7 BNLI adalah perusahaan merugi yang dihargai murah. Untuk kasus-kasus seperti ini memang tidak hanya BNLI yang market valuenya dibawah ekuitas perusahaan, beberapa perusahaan yang penulis temui seperti PTRO, INDY, MBSS, BDMN, APLN, MEDC, PNLF, PNBN, BBKP, BKSL, SIMP, SRTG dan lainnya juga mengalami hal demikian. Namun, apakah mereka layak investasi? Ya tentunya, hanya saja perlu waktu yang lebih lama sampai publik menyadarinya. Di bursa memang kebanyakan investor lebih senang dengan perusahaan-perusahaan bluechip ketimbang second liner, saham bluechip merupakan perusahaan yang sudah teruji sehingga aman bagi fund manager untuk meletakkan dana investasi di saham tersebut.

Sekian tulisan penulis, apabila ada saran, kritikan ataupun pertanyaan dapat ditanyakan dikolom comment ataupun dapat menghubungi penulis secara langsung.

Ido Aprilian Arapen Tarigan
ido_aprilian@yahoo.com



Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…