Skip to main content

Buku : THE TEACHING OF RETAIL GURU "SAM WALTON"

Buku yang kali ini penulis baca mungkin tidak terlalu berhubungan dengan saham. Ya, memang buku ini penulis beli hanya untuk sekedar bacaan. Tapi... Ternyata buku ini mengajarkan banyak hal, walaupun buku ini merupakan buku terjemahan dan ringkasan dari buku aslinya berjudul :

"SAM WALTON MADE IN AMERICA


Buku ini mengajarkan penulis tentang:

1. Pentingnya 1 Dollar ($1)
    Bagi kita sebagai investor mungkin melihat uang logam 100 rupiah atau 200 rupiah dijalan bukanlah hal menarik, tapi tidak bagi seorang Sam Walton, dia akan mengambilnya. Sam Walton menunjukkan bagaimana orang kaya menghargai setiap uang, sekalipun dia sudah kaya. Lebih baik bergaya seperti orang bangkrut meskipun kaya luar biasa daripada tidak bisa kaya dan menjadi miskin karena selalu bersikap seperti orang kaya. 

2. Menajemen
   Sam Walton membuktikan bahwa menajemen yang bagus, pada akhirnya akan membuat perusahaan bertumbuh. Terbukti, dalam buku ini Wal-Mart diisi oleh orang-orang yang luar biasa, dan semua orang-orang itu merupakan kerabat dari Sam Walton. Uniknya, Sam Walton suka berkunjung ke toko-toko lawannya sekedar untuk berbicara dan belajar bagaimana kompetitornya menjalankan usaha. Kata-kata yang tepat adalah " Belajar dari Pengalaman Orang Lain". Ketika Sam membutuhkan orang-orang yang tepat di Wal-Mart maka Sam sudah tau siapa yang harus dia datangi.

3. Pemegang Saham
    Wal-Mart pada berawal dari perusahan kecil yang pada akhirnya IPO, jika investor melihat portofolio Warren Buffet, maka ada saham Wal-Mart (Warrent Buffet Portofolio). Ada kalimat yang menarik dari Sam Walton yakni dia (Sam) tidak setuju jika perusahaan harus membuat pemegang saham mengeluarkan uang. Persepsi penulis adalah perusahaan yang baik tidak akan melakukan right issue, walaupun untuk tujuan yang baik seperti ekspansi, membayar hutang dan lainnya, mungkin beberapa investor tidak setuju akan hal ini karena right issue secara jangka panjang sangat baik untuk permodalan perusahaan.

Berikut ajaran-ajaran penting dari buku ini (10 Aturan Sam Walton) :
1. Komit
2. Berbagi
3. Motivasi
4. Komunikasikan
5. Hargai
6. Rayakan
7. Dengarkan
8. Lampaui
9. Kontrol
10. Berenang melawan arus


Sebenarnya masih banyak hal yang penting untuk dijelaskan, namun tidak dapat penulis utarakan melalui blog dan hanya dapat dimengerti apabila investor membaca bukunya langsung (apalagi buku aslinya). Semoga dengan berbagi buku yang telah penulis baca, maka banyak investor yang memulai kebiasaan baru yang bermanfaat, alih-alih menghabiskan waktu untuk memperhatikan chart dan running trade, investasi akan lebih menyenangkan jika kita tidak selalu memikirkannya.

Penulis juga terbuka untuk berdiskusi tentang buku-buku ataupun buku yang disarankan untuk dibaca, investor dapat comment ataupun menghubungi penulis melalui email ido_aprilian@yahoo.com. Akhir kata, Selamat membaca!. 

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Memilih Saham BUMN?

Sesuai judulnya... Perusahaan-perusahaan yang listing di bursa saham Indonesia terdapat beberapa perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau perusahaan yang saham Mayoritas dimiliki oleh negara Indonesia. Beberapa BUMN yang listing dibursa diantaranya :
1. Perusahaan Gas Negara (PGAS) 2. Jasa Marga (JSMR) 3. Waskita Karya (WSKT) 4. Wijaya Karya (WIKA) 5. Wika Beton (WTON) 6. Waskita Beton Precast (WBAP) 7. Bank Mandiri (BMRI) 8. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 9. Bank Nasional Indonesia (BBNI) 10. Bank Tabungan Negara (BBTN) 11. PT Pembangunan Perumahan (PTPP) 12. PP Properti (PPRO) 13. Aneka Tambang (ANTM) 14. Semen Indonesia (SMGR) 15. Semen Baturaja (SMBR) 16. Tambang Bukit Asam (PTBA) 17. Kimia Farma (KAEF) 18. Indofarma (INAF)

Memilih BUMN sebagai tempat investasi memiliki beberapa Kelebihan:
1. Mayoritas Saham Milik Pemerintah     Ini adalah alasan utama, kenapa...??? karena perusahaan BUMN akan mendapat jaminan prioritas dari negara, contohnya adalah proyek jalan Tol oleh JSMR (Detail Proyek Ja…

Buku : Bagaimana Perekonomian Tumbuh dan Mengapa Runtuh

Pada tanggal 19 Januari 2017, setelah selesai ujian akhir semester (UAS), penulis memutuskan untuk pergi ke gramedia di jalan Ringroad Medan. Awalnya penulis hendak membeli buku "Zero to One" karya Peter Thiel yang sebelumnya direkomendasikan oleh anggota Komunitas Saham Indonesia. Namun, buku yang penulis cari sudah habis, So.. akhirnya penulis membeli buku berjudul "Bagaimana Perekonomian Tumbuh dan Mengapa Runtuh" karya Peter D. Schiff dan Andrew J. Schiff.


Buku ini menurut penulis sangat membantu dalam menjelaskan:
Ilustrasi asal-muasal sistem ekonomi Supply and Demand sebagai penggerak perekonomian Bagaimana seharusnya pemerintah mendorong masyrakat untuk menabung Penyebab inflasi dan deflasi Nilai dari sebuah mata uang Pembangunan infrastruktur berdampak terhadap perekonomian Bagaimana belanja negara menjadi bom waktu bagi negara itu sendiri  Bagaimana booming properti berujung krisis pada tahun 2008 dan pembahasan tentang pemahaman fundamental ekonomi 
Buku …

Buku : Disruption oleh Reinald Kasali

Anda ingat Bluebird Tbk? Taxi Express Tbk? Bagaimana laporan keuangan mereka saat ini? Penulis tanpa sengaja melihat sebuah buku baru di tatanan rak Grameda (21 Maret 2016) dan memutuskan untuk membelinya, buku itu berjudul Disruption karya Reinald Kasali dan dikesempatan kali ini penulis ingin membahas dan berbagi cerita tentang buku ini. 
Apa itu "Disruption"? Jika kita terjemahkan maka arti dari Disruption adalah mengacau atau lebih tepatnya pengacau. Apakah uber, grab maupun go-jek adalah pengacau bisnis transportasi? ataukah mereka adalah bentuk dari perubahan?

Jika kita ikuti berita tentang Taxi Online di Indonesia, kita akan ingat. Menteri Perhubungan saat itu, Ignatius Jonan sempat mengeluarkan larangan adanya Go-Jek, namun keputusan itu dianulir oleh Presiden Jokowi. Apa dampaknya dari keputusan ini? Kita bisa melihat bagaimana perusahaan (Go-Jek) bertumbuh dengan cepatnya, melayani semua orang dengan layanan yang bervariatif (Go-Box, Go-Clean dll). Kini, selain Go…