Skip to main content

Kunci Sukses Saham: Baca Fundamental !

Pada tanggal 18 Februari 2017, penulis mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar "Market Outlook 2017" di sebuah hotel di Medan, acara ini diselenggarakan oleh sekuritas yang penulis gunakan . Penting bagi penulis untuk membagi pengalaman dari seminar ini, bukan karena market outlooknya tetapi karena pembicarannya. 

Pembicara pada hari itu adalah Pak Roger MM, menurut Pak Roger ada 4 orang investor dibursa saham, yakni:

1. Investor Tanya, yakni investor yang menggunakan analisis tanya kanan-kiri, sehingga membeli berdasarkan "Katanya". Apakah investor ini rugi? tidak juga. Banyak group saham baik diwhatsapp maupun telegram yang berisi investor seperti ini. Bahkan ada yang sengaja membuat grup hanya berisi orang-orang seperti ini. Apa tujuannya? Market Maker? Bandar? Bisa jadi tapi yang pasti saham yang dibahas, pastilah saham-saham yang cepat naik. Contoh saham yang sering dibahas seperti : ENRG, ELTY, BIPI, ARTI dll

2. Investor Teknikal, yakni investor yang hobi membawa penggaris. Kenapa? Karena mereka akan menarik garis apakah saham ini sedang pada support ataupun resistance, sedang downtrend ataukah uptrend. Fibonacci biasanya menjadi salah satu indikator yang paling sering digunakan. Bagi penulis sendiri analisa teknikal yang paling gampang untuk cuan (untung) adalah mencari saham-saham yang meninggalkan gap diatas harga sekarang. Seperti kasus saham CPIN (gap 3566-3525)

3. Investor Fundamental, yakni investor yang bawa buku dan pena kemana-mana. Kok bawa buku? ya, buku yang dimaksud adalah laporan keuangan. Investor seperti ini hobi melihat eps, book value dan menghitung harga wajar dari sebuah saham. 

4. Investor Future, yakni investor yang mengambil keputusan bukan berdasarkan analisa teknikal ataupun fundamental tapi berdasarkan proyeksi. Contoh saham yang dikategorikan Pak Roger untuk tipe ini adalah INAF dan NIKL. Tidak ada alasan jelas saham ini membuat high 5500 dan 4370, secara news, teknikal bahkan fundamental, saham-saham ini tidak punya alasan kuat. Tapi, inilah bursa saham, "banyak investor dengan sudut pandang berbeda-beda".

Manakah yang paling baik?paling memberi untung? Penulis sendiri sepakat dengan Pak Roger, bahwa tidak ada ilmu pasti di bursa. Yang penting adalah cuan! Kenapa penulis sepakat demikian? jika kita katakan bahwa kategori 2 dan 3 adalah yang terbaik, bagaimana dengan no 4? mereka membeli dari harga 200 (coba hitung cuannya hehehe..).

Lalu kenapa judul tulisan penulis "Kunci Sukses Saham :Fundamental"?

Berikut pertanyaan penulis : Berapa % investor berani meletakkan uangnya berdasarkan kategori 1,2 dan 4? 100%? 90%? 80%? atau dibawah 50%? 

Penulis sebenarnya hanya jadi penonton di grup-grup yang penulis masuki, banyak yang menulis "seandainya" masuk BUMI di 50. "seandainya" masuk INAF di 200. Benar kata Pak Lo Kheng Hong, trading hasilnya receh. Bukan karena % gainnya kecil menurut penulis, tapi karena modal yang diletakkan adalah sangat kecil. Bahkan penulis sendiri pernah disarankan, jika mau masuk saham gorengan, gunakanlah uang yang anda relakan untuk hilang (Ketika BUMI masih di 50). 

Kembali kepertanyaan tentang judul, Pak Roger ini punya cerita menarik, yakni dia untung besar dengan modal 10 juta menjadi 700 juta hanya dari 1 saham. Apakah saham itu? Saham yang Beliau beli adalah Gowa Makassar (GMTD), apa alasan Beliau membelinya? yakni fundamentalnya yang baik. Jika penulis lihat dari tahun 2006, ROE GMTD ini memang cukup terjaga di >15%. Walaupun begitu, perlu dicatat GMTD bukanlah saham yang likuid.

Tidak hanya sharing tentang pengalaman, Pak Roger membeberkan tips agar bisa cuan adalah dengan memperhatikan laporan keuangan dan news. Contohnya adalah keuntungan Pak Roger 15% dalam 2 hari dari LK BBNI Q4 2016, dengan memperhatikan bahwa Q3 secara QoQ lebih baik dan dari sebelumnya, maka Pak Roger punya ekspetasi bahwa BBNI akan mencetak laba lebih tinggi secara YoY, dan.. That's Right BBNI labanya bertumbuh 25%. Patokan Pak Roger cukup sederhana, "jika laba meningkat, harga saham akan juga meningkat".

Selain melihat laporan keuangan yang terus meningkat, ada hal yang menarik tetapi luput dari pantauan investor, hal ini mungkin yang membuat kita bisa masuk di kategori investor no 4, yakni EBIT.

EBIT (Earning Before Interest and Tax) adalah Laba perusahaan sebelum bunga dan pajak penghasilan, sederhananya dengan EBIT yang positif, sebenarnya perusahaan mengalami keuntungan karena pendapatan telah dikurangi dengan beban operasi. Untuk perusahaan dengan net income yang positif dan bertumbuh, hal ini tidak menjadi masalah. Tap bagaimana mendapatkan emas di tumpukan sampah? inilah kuncinya "EBIT". EBIT menandakan perusahaan sudah kembali ke track record untuk mencetak laba bersih. Hal yang perlu dicermati disini adalah EBIT yang menjadi positif masih indikasi bahwa perusahaan merugi akan mencetak laba bukan berarti akan terus mencetak laba, bisa saja perusahaan kembali mencetak EBIT negatif. Dan semua akan kembali kemanajemen perusahaan.

Pak Roger memang bukan investor longterm, Beliau hanya memanfaatkan euforia pasar akan laporan keuangan yang diatas ekspetasi pasar, Pak Roger sendiri mengaku setelah masuk semester 2, Beliau cenderung menarik dana dan menunggu laporan keuangan Q3 untuk mulai masuk kembali di Desember, dan mengulang metode yang sama disemester 1 (Januari- Juni). Alasan Beliau hanya fokus di akhir tahun dan semester 1 adalah Q1 menjadi indikator awal apakah pada Q4 perusahaan akan mencetak laba lebih baik secara YoY. So.... cara analisa Beliau mendapatkan keuntungan dari analisa fundamental membuktikan "Sekalipun psikologi pasar dapat berubah sewaktu-waktu, laporan keuanganlah yang pada akhirnya menentukan arah".

Sekian sharing penulis kali ini, semoga investor dapat mendapat pelajaran berarti dari artikel penulis. Penulis juga terbuka untuk diskusi maupun saran dengan cara memberikan comment ataupun menghubungi penulis melalui contact.

Ido Aprilian 
ido_aprilian@yahoo.com






Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…