Skip to main content

Portofolio Februari 2017

Berganti bulan begitu cepat, begitu juga naik turunnya harga saham. Pada bulan februari ini penulis melakukan increase (penambahan) dan decrease (pengurangan) lot pada beberapa saham, metode ini dilakukan bisa dikarenakan harga saham sedang downtrend (menunggu turun), Take profit ataupun penambahan saham (Detersivikasi). Bukan berarti penulis melakukan Cutloss, hanya saja penulis melihat peluang untuk melakukan pembelian diharga yang lebih murah. Berikut portofolio penulis dan ulasannya :

Nama Perusahaan
Average
Last
%
BNLI
685
710
3,6
CPLI
970
965
(0,5)
CPIN
3368
3080
(8,6)
ICBP
8600
8300
(3,5)
MBSS
365
428
17
MEGA
2100
2020
(3,8)
PTRO
693
770
11
SIDO
530
570
7,5
SMSM
935
975
4,2
TOTL
781
810
3,6
ctt : angka didalam kolom () = rugi

Sepanjang Februari 2017, pergerakan IHSG cukup baik dari 5327 (2/1/2017) hingga kini 5372 (2/23/2017) Untuk info lebih lengkap dapat dilihat di Investing.com. News yang cukup baik sebenarnya datang dari industri batubara dimana China memangkas produksi batubara dan stop import batubara dari Korea Utara sebagai bentuk dukungan sanksi oleh PBB terhadap Korea Utara (Link Berita : China Pangkas Produksi dan Stop Import Korut). Selain itu investor juga menunggu hasil Pemilu di Prancis, setelah Brexit (Britain Exit), kini Prancis isunya akan melakukan hal yang serupa, berkaca dari Brexit lalu, kemungkinan IHSG akan sideways ataupun terkoreksi (peluang buy nih...)

Sepanjang tahun 2017, untuk Mancanegara mungkin beberapa news/moment yang membuat investor Wait and See (WNS) adalah :
1. Maret 2017 : Pemilu Belanda 
2. April 2017  : Pemilihan Presiden Prancis
3. September-Oktober 2017 : Pemilu Ferderal Jerman

Untuk Indonesia sendiri, masalah-masalah yang paling santer saat ini adalah demo kasus penistaan agama dan kasus Freeport, untuk kasus Freeport sendiri memang menjadi perhatian khusus, belum ada kejelesan arah kasus ini akan dibawa ke Abritrase Internasional atau tidak, yang pasti jika harus menempuh jalur abitrase, maka akan menelan biaya yang tidak sedikit bagi keduabelah pihak.

Untuk portofolio penulis berikut penjelasannya:

1. BNLI 
Jika sepanjang 2016, Bank Permata mengalami kerugian, kini dibulan Januari 2017 kembali mencetak laba 137 Milyar,. Sepanjang 2016 pencadangan oleh Bank Permata sebesar 12 Triliun (meningkat 4 kali dari 2015) dan mengalami kerugian hingga 6 Triliun. Hal yang penulis tunggu dari Bank Permata adalah Right Issue sebesar 1,5 Triliuan di semester 1 2017, Right Issue ini untuk meningkatkan modal perusahaan.

2. CPLI 
Alasan penulis membeli CLPI ini dikarenakan valuasinya yang masih murah (PER 3,9x PBV 0,7x), memang penulis bisa dikatakan terlambat untuk membeli CLPI karena sebelum dihargai 900an, CLPI dihargai lebih murah di 500an. (Info website CLPI : Colorpak Indonesia). 

3. CPIN 
Untuk CPIN sendiri mengalami penurunan disebabkan rencana Pemerintah untuk membentuk BUMN Unggas, pembentukan BUMN ini diharapkan dapat mencegah kertel ayam.Memang beberapa bulan lalu CPIN dan JPFA mendapatkan sanksi dari pengadilan setelah adanya dugaan kertel ayam yang diajukan KPPU. Perusahaan CPIN dan JPFA ini memang menguasai market Indonesia sebesar 70-80%. Apakah ini berdampak negatif? tidak juga, justru ini bagus bagi perusahaan kedepannya, pemerintah dapat melihat langsung industri unggas dan tidak mungkin Indonesia akan seperti negara lain yang menetapkan "One Price". Penulis melakukan Decrease dengan berharap penurunan harga saham (Teknikal CPIN Down Trend) setelah penulis menjual pada tanggal 17 Feb (Gain 1.8%). Untuk kabar terbaru : China sedang mengalami flu burung kembali, yang bisa berdampak negatif bagi Industri unggas.

4. ICBP 
Penurunan harga tidak disetai penurunan fundamental perusahaan, sehingga penulis tidak khawatir. Lagi pula ICBP ini adalah perusahaan yang sehat, coba cek cashflow vs Liabilitas maka anak usaha INDF ini lebih sehat dibanding perusahaan sejenis.

5. MBSS 
Memang Q4 2017 belum keluar, tapi berkaca dari Q3 dimana penulis pernah membahasnya (Link : Analisa Coal Shipping MBSS), penulis optimis MBSS dapat mencetak laba di 2017

6. MEGA 
Buy yang penulis lakukan melihat harga saham MEGA turun, sedangkan kinerja laporan keuangannya sepanjang 2016 cukup baik, sehingga ini adalah peluang bagi penulis.

Beberapa perusahaan yang penulis amati mengalami peningkatan laba tapi disertai penuurunan hargas saham yang cukup signifikan mungkin disebabkan oleh news dan lain halny adalah BMTR, MNCN, GJTL, IPOL dan SMAR

Sekian tulisan penulis kali ini, Happy Investing !

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…