Skip to main content

Portofolio Maret 2017

Setelah tulisan terakhir (LPPF : Too Big To Miss), penulis hanya melakukan pengamatan terhadap pergerakan bursa. Di bulan ini, tepatnya tanggal 18 penulis mengikuti dua seminar sekaligus yakni Market Outlook IDX Medan (Istana Koki, 12.00-16.00) dan Supermentor 17 (Hermes, 19.00-21.00). Sebelum masuk ke update kinerja saham, penulis ingin sharing tentang seminar IDX tersebut.

Market Outlook IDX
Acara ini sebenarnya diadakan bukan oleh IDX sendiri tetapi bekerja sama dengan Sekuritas yang dibawakan oleh Berlian Juveny. Acara ini berlangsung dengan cukup baik walaupun sedikit membosankan karena fokus ke Take Profit (TP) dari sekuritas. Berikut ringkasan seminar yang berhasil penulis tangkap :

2016-2917 View : No Turning Back
Saat ini market sedang menunggu hasil rekomendasi oleh S & P terhadap outlook Indonesia (Maret 2017), jika outlooknya adalah bagus, maka beliau memprediksi IHSG akan tembus 6000. Hal yang perlu dicermati secara ekonomi global adalah protektionisme Amerika Serikat oleh Trump, apabila The Fed (BI nya Amerika) menaikkan suku bunga hingga 2 point maka mau tidak mau suku bunga BI akan naik menjadi 7%  dan ini akan berpengaruh terhadap sektor Property. Sepanjang awal 2017, pemerintah mengalami penurunan belanja infrastruktur, hal ini dikuatkan dengan pernyataan pemerintah meminta BUMN mencari dana dari swasta, namun menurut pengamatan beliau, sektor infrastruktur masihlah menjanjikan khususnya JSMR dan WSKT, JSMR beberapa tahun kedepan akan menjadi pengelola jalan tol terbesar di Indonesia sedangkan WSKT akan banyak diuntungkan dengan proyek seperti Trans Sumatera, Trans Papua dan proyek lainnya. Untuk sektor komoditas khususnya batubara dan migas, arah 2017 ini belum terlalu baik, jika melihat harga minyak yang saat ini masih $50/barrel, akan menyebabkan penurunan harga batubara. Sebenarnya, posisi harga batubara akan baik apabila harga minyak diatas $100/barrel karena batubara dianggap menjadi alternatif sebagai bahan bakar. Namun melihat perang harga oleh OPEC (Arab, Rusia dkk) vs Amerika, maka prospek komoditas di 2017 belum akan terlihat jelas. Namun apakah ini akhir dari batubara? tidak juga, pernyataan Trump bahwa dia akan fokus ke infrastruktur dan energi batubara bisa menjadi angin segar. Memang disaat ekonomi global yang masih slowdown, pemerintah (baik AS dan Indonesia) harus tetap membuka lapangan pekerjaan dan solusinya adalah usaha padat karya seperti proyek infrastruktur, untuk Indonesia sendiri program 35.000 watt Jokowi terus mengalami perkembangan, hal ini bisa dilihat dari Jokowi melanjutkan program pembangkit listrik era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TP oleh Sekuritas :

ASII
9250
BSDE
2650
CTRA
1900
WSKT
3750
MAPI
6675
INDF
10300
TLKM
5200

Disclaimer On : Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan resiko berada ditangan investor.

Kembali ketopik awal..
Bulan maret ini pergerakan IHSG naik cukup signifikan jika dilihat dari awal tahun 5300 (1/1/2017) dan 5513 (per 22/3/2017), IHSG juga telah mengukir new highnya (Cheers...!). Berikut kinerja portofolio penulis :

Kode Emiten
Average
Last
%
BNLI
693
705
1.7
CPIN
3368
3920
(2.3)
ICBP
8600
8625
0.3
MBSS
365
414
13.2
PTRO
693
820
18.3
SMSM
935
1015
8.5
TOTL
781
810
3.6
LPPF
11650
14050
20.6

Jika dibandingkan dengan portofolio sebelumnya (Portofolio Februari 2017), maka ada beberapa saham yang akhirnya diputuskan untuk dijual yakni SIDO, MEGA dan CLPI. Bukan karena harga sahamnya sudah kemahalan tetapi penulis melihat peluang yang lebih baik di LPPF (Analisa : LPPF : Too Big to Miss!). Penulis memutuskan sell terhadap ketiga saham tersebut dengan profit masing-masing 6.6%, 4.8% dan 2.6%. Memang saham-saham tersebut cukup menarik, apalagi jika dilihat dari devidennya dan penulis masih menunggu saham-saham tersebut lebih murah.

Adapun beberapa analisa saham yang penulis miliki adalah sebagai berikut:

1. BNLI 
   Menagement Bank Permata sepertinya sudah cukup gerah dengan NPL mereka yang cukup tinggi (8%) dibanding tahun 2015 (2%) sehingga Bank Permata memutuskan menjual aset bermasalah. Target penulis tetap tidak berubah yakni 1500/saham

2. CPIN 
    Penulis masih menunggu LK Full Year 2016 dari CPIN, walaupun begitu kinerja Q3 2016 CPIN sebenarnya sudah melebihi Q4 2015.
   
3. MBSS 
    Sejujurnya bagi penulis, MBSS adalah perusahaan dengan menajemen yang bagus namun kondisi global membuat MBSS mengalami kerugian yang cukup signifikan sebesar 314 Milyar, namun hebatnya Debt to Equity Ratio (DER) MBSS mengalami penurunan  (2016) 0.28x vs (2015) 0.37x. Selain itu operasting cash flow perusahaan juga masih tetap positif. 
 
4. PTRO 
    Kinerja Petrosea sepanjang 2016 cukup memuaskan penulis, berdasarkan laporan Q4 2016 PTRO rugi yang diderita perusahaan mengalami penurunan (IDX : Q4 2016 Petrosea)
  
Sekian tulisan penulis kali ini, Happy Investing!


Disclaimer on : Bukan ajakan membeli, resiko investasi berada di masing-masing investor.

Comments

  1. Gan, gak ada artikel ya me-rekap return per tahun?
    Oh iya, udah lama gan invest disaham? Ane newbie ini

    Btw, kunjungi juga blog investasi saya
    blog1jutadollar.wordpress.com

    ReplyDelete
  2. Belum ada pak, bisa juga nanti jadi masukan untuk artikel selanjutnya
    Saya investasi saham sejak November 2015.
    Mantap Pak Blognya bapak :D
    Jika berkenan mohon tinggalkan no whatsapp Pak untuk sharing

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…