Skip to main content

Portofolio April 2017


Hari ini (20 April 2017) dipenuhi dengan berita tentang Ahok dan Anies. Pertanggal 19 April 2017, hasil Quick Count menyatakan Anies-Sandi mengungguli suara (55%) dan Basuki-Djarot (42%). Pada hari ini juga Mike Pence, Wakil Presiden Amerika terpilih untuk pertama kali berkunjung ke Indonesia. Banyak spekulasi yang telah beredar sepanjang PILKADA DKI dan seperti biasa hal ini menjadi pusat perhatian Indonesia dan Dunia, maklum saja pusat ekonomi dan pemerintahan kita berada di satu kota yang sama.

Seperti biasanya, berita diatas, pastinya menjadi bahan para analis untuk memprediksi saham. Dari sekian banyak yang paling populer di Media Sosial (Medsos) adalah jika Anies-Sandi menang maka saham-saham yang berhubungan dengan Saratoga Tbk (SRTG) akan naik seperti ADRO, TBIG dan lainnya. Bahkan perusahaan pendukung Anies-Sandi, yakni milik Harry Tanoe juga diprediksi bakal naik seperti MNCN dan BMTR

Apakah saya akan ikut euforia ini? tidak. Izinkan saya mengutip perkataan dari buku yang sedang saya baca "The Warrent Buffet Way", yakni "Terkadang mereka benar. Politik memberi kejutan, pasar bereaksi, kemudian kondisi perekonomian mengumandangkan nada yang sedikit berbeda. Perusahaan-perusahaan baru terus-menerus lahir sementara yang lain menjadi matang. (Paragraf selanjutnya) Tujuan Anda sebagai seorang investor sebaiknya hanya untuk membeli, diharga yang rasional, sebagian hak kepemilikan disuatu bisnis yang bisa dipahami dengan mudah dan penghasilannya bisa dikatakan pasti bergerak naik secara materiil". 

Dalam buku One Up on Wall Street oleh Peter Lynch mengatakan "Tidak ada gunanya memprediksi ekonomi". Kesimpulannya, kita sebagai Value Investing, harus bisa memanfaatkan momen-moment ini untuk membeli saham dalam keadaan diskon.

Seperti biasa di tanggal 20 setiap bulannya, penulis akan memberikan hasil kinerja portofolio penulis. Tujuannya jelas untuk berdiskusi. Penulis juga sering mencari blog-blog karya anak negeri dan tidak segan untuk berkomentar tentang saham-saham pilihan mereka, tujuannya adalah memperluas sudut pandang. Berikut portofilio penulis

Kode Emiten
Average
Last
%
BNLI
693
685
(1.2)
CPIN
3368
3270
(2.9)
ICBP
8600
8175
(4.9)
MBSS
389
494
26
PTRO
693
1500
116
SMSM
935
1205
28
TOTL
791
795
0.4
Catatan:
(x) : Sedang dalam keadaan rugi

Dikomunitas Saham-Indonesia, saya teringat oleh Pak Moko yang pernah mengatakan "jika sudah cuan 100%, modal ditarik, biarkan keuntungan terus bertumbuh". Pesan yang sama juga disampaikan Ibu saya ketika cerita tentang hasil investasi "Cara bisnis itu, kalo sudah untung modalnya ditarik, keuntungan diputar lagi". Atas dasar ini saya akhirnya memberanikan diri untuk menarik modal saya dari saham PTRO. Terus terang menjual saham yang untung itu sulit, sama sulitnya cutloss dari perusahaan bagus. Saya teringat dalam sebuah tulisan dikontan tentang Pak Lo Kheng Hong, bahwa kita untuk tidak boleh serakah dan harus beramal.

Analisa penulis buat beberapa emiten adalah sebagai berikut:

1. Bank Permata (BNLI)
Pada Q1 2017 BNLI sudah kembali mencetak laba dan direncanakan Juni untuk melakukan Right Issue sebesar 3 Triliun. Walaupun ini langkah yang bagus, rugi 6 Triliun di akhir 2016 memang membuat pukulan besar dan menajemen harus berubah.

2. MBSS dan PTRO
Kedua perusahaan ini merupakan anak Indika Energy, bagi penulis sendiri walaupun keduanya masih merugi di Q4 2016, namun PTRO sudah menunjukkan titik cerah dengan berkurangnya rugi. Keuntungan PTRO ini didongkrak oleh sektor jasa mereka. Sedangkan untuk MBSS, penulis belum mendapatkan data pasti, tapi besar di 2017 ini MBSS akan masuk kebisnis jasa angkut minyak.

Tambahan : Mendapat pencerahan dari kolom komentar (Terima kasih kepada Account bernama AW Investama) berikut kutipannya:

Bisnis yang akan dimasuki oleh MBSS adalah segmen Offshore Support Vessel (OSV) seperti Wintemar atau Logindo, bukan Bulk Carrier / Oil Tanker seperti Soechi Lines. Rig Tenders adalah contoh perusahaan yang memiliki segmen usaha Tug & Barge serta Floating Crane untuk logistik batubara dan OSV untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi O&G.

Penulis mengajak pembaca sekalian untuk terus membaca ketimbang memperhatikan Running Trade. Berikut daftar buku yang penulis targetkan untuk selesaikan. 

1. Robert G Hagstrom - The Warrent Buffet Way
2. Mochtar Riady - Manusia Ide
3. George Soros - Alchemy of Finance
4. Robert G Hagstrom - Warrent Buffet Portofolio
5. Yakub Liman - Astra

Sekian tulisan penulis, semoga terinspirasi. Happy Investing!


Comments

  1. Halo Pak. Salam kenal.

    Terima kasih sudah membagikan pandangannya melalui tulisan di blog ini. Sejauh yang saya baca, sepertinya saya memiliki banyak kesamaan dengan Bapak terkait kerangka berpikir dalam berinvestasi. Mungkin karena guru tempat kita belajar atau mayoritas buku yang kita baca sama (saya juga membaca 4 dari 5 buku yang direkomendasikan di atas). Hehe.

    Saya pribadi sangat menyukai pilihan perusahan tempat Bapak menaruh modal. Sepertinya porsinya sebagian besar lebih kepada pilihan yang undervalue dan sebagian sisanya sustainable growth ya Pak?

    Untuk MBSS, sejauh yang saya pahami mengenai arah manajemen untuk diversifikasi perusahaan, sepertinya akan masuk pada segmen Offshore Support Vessel (OSV) Pak seperti Wintemar atau Logindo, bukan Bulk Carrier / Oil Tanker seperti Soechi Lines. Rig Tenders adalah contoh perusahaan yang memiliki segmen usaha Tug & Barge serta Floating Crane untuk logistik batubara dan OSV untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi O&G.

    ReplyDelete
  2. Halo Pak AW
    Iya pak, bluechip yang saya pilih memang sustainable growth, saya memilih bluechip sebagai penyeimbang portofolio dan sebagai indikator indeks, apakah masih mampu bertumbuh atau sudah kemahalan.

    Terima kasih untuk masukan MBSS nya pak, saya akan ralat. Saya baca AR 2016 MBSS, saya mengira awalnya adalah jasa angkut minyak, ternyata ada juga OSV, saya masih mencari-cari data tentang prospek OSV di Indonesia, adakah sumber yang bisa Bapak rekomendasikan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Ido Aprilian.

      Diversifikasi bisnis MBSS ke segmen Jasa Pendukung Operasional Oil and Gas masih sebatas asumsi pribadi saya Pak. Pada rapat kemarin, manajemen mengatakannya masih dalam pengkajian terhadap berbagai peluang yang ada. Menurut hemat saya, besar kemungkinan akan masuk ke sana. Asumsi saya secara umum atas dasar model bisnis dan jenis armada yang pernah dijalani dan dimiliki perusahaan selama ini dimana berkaitan dan nyaris serupa, serta track record beberapa orang yang baru masuk ke manajemen.

      Sejauh yang saya pahami, bisnis segmen OSV ini sangat bergantung pada produktivitas industri hulu minyak dan gas itu sendiri. Sudah cukup lama sekali memang perusahaan migas di Indonesia tidak gencar melakukan eksplorasi (pencarian) cadangan migas baru. Selain kondisi investasi yang masih belum mendukung, ketersediaan cekungan migas potensial di Indonesia semakin terbatas. Sudah sejak lama juga eksploitasi (produksi) migas Indonesia mengalami penurunan berkelanjutan. Semua semakin diperparah dengan global oil drop pertengahan 2014.

      Namun, masih sangat sedikitnya cekungan migas di Indonesia bagian timur yang telah dieksplorasi, menurut saya menjadikan bisnis ini masih sangat prospek. Karena bagaimanapun, eksplorasi harus dilakukan untuk terus menjaga ketersediaan cadangan minyak dan gas di Indonesia, yang kini semakin terbatas.

      Pemerintah juga turut mendukung agar industri hulu minyak dan gas untuk "go to east". Dan juga, awal tahun ini Pemerintah mengubah skema bagi hasil dari sebelumnya cost recovery ke gross split, yang menurut Pemerintah dapat menjadi daya tarik baru bagi perusahaan migas asing ataupun nasional untuk gencar berinvestasi pada sektor hulu migas di Indonesia.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…