Skip to main content

Portofolio Mei 2017

Selamat "Sell in May and Go Away" again.
Peforma portofolio saya mengalami penurunan yang sangat spesifik. Ya, secara monthly mencetak penurunan (8.65%), saya katakan penurunan bukan rugi. Karena jika saya tanamkan rugi, maka saya akan panik berlebihan dan dengan menanamkan penurunan maka saya mendoktrin diri saya bahwa harga saham akan naik kembali.

Berikut portofolio saham saya di Mei 2017 :

Nama
Average
Last
Gain (%)
BNLI
693
685
(1.2)
MBSS
407
378
(7.3)
PTRO
693
1080
55.8
SMSM
1145
1175
2.6
TOTL
799
760
(4.9)
(x) = Sedang dalam keadaan penurunan/rugi

Dibandingkan portofolio sebelumnya (Portofolio Maret 2017), saya menjual 2 kepemilikan saham, yakni CPIN dan ICBP dimana penjualan masing-masing membukukan kerugian dan keuntungan sebesar (8.6%) dan 0.5%. Bukan hal yang baik sesungguhnya, dan saya berharap Anda tidak panik seperti saya. Berikut pelajaran yang mungkin pembaca bisa dapat dari saya:

1. CPIN 
CPIN adalah perusahaan yang bagus secara brand dan menajemen, namun kepanikan saya dimulai ketika saya tidak melihat hal yang sama dalam akuisisi SeVel (Seven Eleven) sebagaimana kita ketahui, saat ini SeVel sedang berjuang untuk bertahan bukan bertumbuh, akuisisi ini menurut saya tidak terlalu bagus dan pergerakan harga saham yang cenderung melemah menjadi katalis bagi saya untuk mempercepat "Sell"

Berikut hal (solusi) yang saya dapatkan dari pelajaran ini :
1.  Tanyakan kepada Corporate Secretary (Corsec) mengenaik pandangan perusahaan tentang kebijakan.
2. Tanamkan secara terus-menerus bahwa penurunan harga saham adalah peluang.

2. ICBP
Sama dengan ICBP, saya akui bahwa Mei menjadi bulan penuh emosi bagi saya, ketenangan saya buyar melihat kondisi politik di negara ini dan membuat saya terseret dalam perang Media Sosial berupa commentar di Facebook yang pada akhirnya membuat saya tidak berpikir secara rasional dalam berinvestasi. 

Berikut hal (solusi) yang saya dapatkan dari pelajaran ini :
1.  Sesuai perkataan Warrent Buffett "Bencana akan selalu ada, dan ini bukanlah bencana terakhir yang akan kita hadapi"- Warrent Buffet (Dalam Buku The Warrent Buffett Way). Teringat dengan Pilpres di Amerika dimana WB dengan terang-terangan mendukung Hillary Clinton, namun ketika Donald Trump dinyatakan menang, WB dan para pengusaha terkenal lainnya (Jeff Bezos) mengatakan "Pimilihan sudah usai, saatnya kembali bekerja"
2. Harga adalah apa yang anda bayar dan nilai adalah apa yang Anda dapatkan, saya terlalu fokus kepada pergerakan harga sehingga mengabaikan nilai dari perusahaan secara jangka panjang.

Pada akhir-akhir ini juga saya kepikiran tentang Lo Kheng Hong, jika LKH menganut "Value Investing" dan Warrent Buffett menganut "Growth Investing". Berdasarkan saham pilihan saya, maka ada 3 saham Value Investing yakni PTRO, MBSS dan BNLI. Ketiga saham ini memiliki 1 kesamaan yakni sama-sama dalam keadaan rugi (turn around). Sedangkan 2 saham lainnya yakni SMSM dan TOTL merupakan growth investing. Sejujurnya saya masih mencari arah dan bentuk investasi yang nyaman bagi saya dan berharap pembaca sekalian juga sudah memiliki karakter dalam berinvestasi.

Sekian tulisan dari saya, besar harapan saya terhadap kritikan maupun saran dari Anda. Happy Investing People !!


Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…