Skip to main content

Portofolio Juni 2017

Selamat Bulan Juni!
Seperti biasa, saya akan Pamer (?) Portofolio saya Hahaha... (Portofolio Sebelumnya: Portofolio Mei 2017)

Kembali saya tegaskan, saya menunjukkan portofolio saya bukan untuk Pamer ataupun lainnya. Hanya ingin sharing, dan apa yang saya beli bukan rekomendasi untuk Anda dibeli. Kalo di akhir-akhir tulisan biasanya mereka bilang "Disclaimer On".

Tujuan saya sharing portofolio saya adalah agar Anda dan saya bisa berdiskusi tentang saham masing-masing. Sejujurnya saya suka membandingkan saham apa yang saya beli dan orang lain beli untuk mengetahui pola pikir dan alasan mereka membeli saham tersebut. Banyak hal yang saya tidak tau dan orang lain tau tentang sebuah perusahaan, contohnya adalah Teman-teman di grup "Saham Indonesia" (Link :Saham-Indonesia) yang ribut waktu Tiga Pilar (AISA) diharga 1000an, mereka mulai membedah AISA dari laporan keuangannya dan banyak yang beli diharga kurang dari 1000an. Selain itu, Teman saya di grup "Save dan Invest" yakni Mas Sanda (Link :bdanp) yang sharing kenapa dia membeli KKGI dan PNIN. Dan masih banyak teman-teman yang lainnya yang punya informasi yang saya tidak miliki namun mereka mau berbagi informasi tersebut.

"Burung sejenis biasanya terbang bersama" 

Sesuai judul tulisan kali ini maka yang dibahas adalah portoflio, maka berikut saya tampilkan kinerja portoflio saya dibulan Juni:

Code
Avg
Last
(%)
AISA
1755
1690
(3.7)
BNLI
656
685
4.3
MBSS
403
364
(9.9)
PTRO
693
1035
49.4
SMSM
1162
1195
2.8
TOTL
782
750
(4.2)
(X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi

Jika dibandingkan portoflio bulan Juni dan Mei, maka terlihat saya membeli saham AISA. Alasan saya membeli AISA adalah penurunan yang sudah cukup dalam dari Highnya di 2470. 

Sedikit membahas metode, saya bukan orang yang jago memperkirakan harga low AISA sehingga saya memilih untuk mencicil penurunan harga AISA. Metode "mencicil" saya terapkan juga untuk saham-saham yang lain. Berikut kelebihan dan kekurangan metode mencicil yang saya terapkan:

Kelebihan:
1. Sudah punya posisi sehingga mindset yang terbentuk adalah "Penurunan harga adalah peluang".
2. Lebih santai menyikapi penurunan harga.
3. Apabila dilakukan secara konsisten dalam Average down, bukan tidak mungkin mendapatkan harga terendah.

Kekurangan:
1. Average down harus konsisten agar penurunan harga dapat diimbangi
2. Akan lebih panik apabila laporan keuangan tidak bagus. Contoh saham saya adalah MBSS, permasalahan saya adalah Corsec yang tidak kunjung balas email.

Belajar dari "The Warrent Buffett Way" (Link : Tulisan "The Warrent Buffett Way") salah satu cara untuk sukses dalam investasi adalah menerapkan "Investasi Fokus". Walaupun dalam buku ini fisher lebih suka 3-4 saham yang terkonsentrasi, saya memutuskan 6 saham adalah maximal yang saya bisa perhatikan -pengalaman saya 8-10, terlalu susah memantaunya - sehingga saya memfokuskan dana saya pada TOTL (1/3 dana saya), alasan saya adalah TOTL memiliki kinerja yang cukup baik dan manajemen lebih terbuka kepada investor yang dibuktikan dari seringnya manajemen membalas pertanyaan saya melalui email. Sekalipun ditahun ini, sejujurnya saya kurang pede karena target manajemen adalah mendapatkan kontrak 4 Triliun di tahun 2017, dan sepanjang Q1 2017 TOTL baru meraih 813 Milyar dari 4 Triliun. Namun berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, TOTL tetap Total dalam meraih nilai kontraknya, seperti ditahun 2016 target kontrak TOTL adalah 3 Triliun dan realisasi tercapai adalah 2.6 Triliun (89%). Apakah tidak tercapainya target tanda manajemen tidak kompeten? Sulit saya rasa untuk berkata demikian, penyebabnya adalah industri property belum pulih seutuhnya.

Untuk saham-saham seperti PTRO dan SMSM, saya tetap memilih netral. Alasan saya adalah industri yang mendukung dimana berdasarkan data dari Gaikindo bahwa pertumbuhan kendaraan roda 4 ditargetkan mengalami pertumbuhan sebesar 6%. Selain itu manajemen SMSM juga mulai fokus ke alat berat sebagai alternatif melihat arah mobil di Indonesia yang menuju mobil listrik. Untuk mobil listrik tidak akan menggunakan saringan/filter, hal ini disebabkan filter hanya untuk kendaraan berbahan bakar minyak. Sekalipun ini merupakan tantangan besar bagi manajemen, saya belum melihat bahwa Indonesia akan beralih kedalam mobil listrik kedepannya dikarenakan kemampuan listrik dan pengembangan baterai yang belum memadai. Untuk PTRO, manajemen menargetkan peningkatan sebesar 72% untuk kontrak mining. 

Khusus untuk MBSS, saya melakukan Averaging terbatas. Email dari CorSec yang belum dibalas, membuat saya bertanya-tanya tentang apa rencana perusahaan dengan industri yang masih lesu. Namun saya tidak akan Cutloss, saya masih berharap hingga akhir tahun ini, industri perkapalan membaik dan efisiensi yang dilakukan manajemen lebih baik.

Untuk saham-saham yang saya perhatikan karena mengalami diskon yang cukup bagus bagi saya adalah ROTI dan WIKA, namun saya belum masuk kedalam kedua saham ini karena Porto is full. Untuk ROTI penurunan disebabkan mau right issue dan WIKA dikarenakan rencana pemerintah mengurangi anggaran untuk infrastruktur.



Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…