Skip to main content

Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 1

The Warrent Buffet Way karya Robert G. Hangstrom merupakan salah satu buku yang saya kira cukup menjelaskan bagaimana Warrent Buffet, investor terkaya di dunia melakukan investasi. Satu hal yang saya dapati adalah

"Kita tidak akan bisa seperti Warrent Buffet, melebihinya pun tidak. Tapi kita bisa mengikuti jejaknya dalam berpikir."

Terkait Warrent Buffett, saya jadi teringat Lo Kheng Hong yang dijuluki Warrent Buffetnya Indonesia. Kemudian, saya teringat sebuah percakapan via telepon dari Pak Fajri (Seorang Dosen), sebenarnya yang lebih hebat itu Lo Kheng Hong ketimbang Warrent Buffett karena LKH (singkatan Pak Lo) tidak membeli perusahaan seperti Berkshire Hathaway, LKH itu murni kaya dari investasi saham di bursa saham. tapi kerangka pemikirannya sama, yakni mencari perusahaan yang Undervalue. Saya tidak akan berkomentar tentang hal ini, karena keduanya membuktikan cara yang berbeda jika kerangka berpikirnya tepat, akan menghasilkan keuntungan juga.

Tulisan kali ini merukapan apa yang telah saya baca, mungkin tidak 100% menggambarkan isi dari buku, tapi saya ingin berbagi cerita.

Buku The Warrent Buffett Way sebenarnya cukup gampang didapatkan untuk versi Bahasa Inggris, Anda cukup searching di google dengan keyword, The Warrent Buffett Way pdf second edition. Maka anda akan mendapatkannya.

Berikut Tulisan saya dari The Warrent Buffet Way :

Chapter 1

Pada tahun 1956, Buffet memulai kemitraan investasi dengan modal $100, kurang lebih 13 tahun kemudian di tahun 1969, keuntungan Buffett dari investasi telah mencapai $25 Juta dan pada tahun 2004, tercatat kekayaan Buffett mencapai $42,9 Milliar. Buffet sebenarnya sudah mengenal dunia investasi dari ayahnya yang merupakan seorang pialang saham.

Terkait kemitraan investasinya, Warrent Buffet memulai kemitraannya dengan 7 orang, dimana kontribusi perorangnya sebesar $105.000, mitra buffett menerima pendapatan tetap sebesar 6%/tahun, mendapatkan 75% keuntungan penjualan saham dan 25% menjadi milik Buffet. Dalam kemitraan ini Buffett memiliki kebebasan penuh dalam mengalokasikan dana investasi kemitraan. Selama 13 tahun memimpin kemitraan ini, Buffett menghasilkan return sebesar 29.5%/tahun. Hebatnya, sekalipun bursa dalam keadaan turun/crash, kemitraan Buffet tidak pernah mengalami masa-masa kelam.

Dari Bab 1, kita mendapati, target Buffett adalah 10 poin diatas indeks, namun hebatnya Buffett mendapati dirinya 22 poin diatas indeks.

Lalu pada 1962, Buffet membubarkan kemitraannya, dan dari hasil keuntungan kemitraan, dia membeli perusahaan tekstile bernama Bekshire Hathaway.

Dari orang-orang terdekatnya, didalam buku ini menjelaskan karakter seorang Warrent Buffet yakni dia adalah seorang yang intelektual, mampu menghitung dengan baik dikepalanya, bersahaja, berterus terang dan jujur. Warrent Buffet sesungguhnya adalah orang yang menghormati hal logis dan membenci kebodohan, menerima hal-hal sederhana dan menghindari kerumitan.

Saya jadi teringat dari film "The Big Short", sebenarnya investasi itu dibuat rumit agar Anda tidak bertanya kepada pialang saham, mereka memperumit dengan istilah-istilang asing di telinga orang awam. 

Buffett dalam membuat laporan keuangan tahunan, selalu terlihat apa adanya, tidak ada hal yang disembunyikan, Dia beranggapan, bagaimana Dia ingin tau tentang bisnis sebuah perusahaan seperti itu jugalah investor di Bekshire Hathaway, sehingga Buffet selalu menjelaskan tentang plus maupun minus didalam bisnis Bekshire. Dalam memimpin perusahaan Bekshire Hathaway, Buffett selalu menargetkan nilai buku (Book Value) untuk tumbuh 15%/tahun, dan realisasinya Bekshire tumbuh 22%/tahun. Buffett selalu menerapkan membeli kepastian diharga diskon dengan kedisplinan yakni hanya beroperasi didalam lingkaran kompetensinya.

Chapter 2

Ada 4 tokoh yang berpengaruh dalam hidup Warrent Buffet dalam berinvestasi (setelah Ayahnya) yang dijelaskan didalam buku ini:

1. Benjamin Graham

Benjamin Graham menjadi sosok pertama, karena konsep Margin of Safety adalah tulisan dari Benjamin. Buku tulisan Benjamin yang sampai saat ini disebut sebagai kitab investor adalah Intelligent Investor, selain itu buku lainnya adalah Security Analysis. Perkataan penting dari Benjamin Graham adalah

"Portofolio saham biasa yang terdeversifikasi dan terseleksi dengan baik, didasarkan pada harga yang pantas, dapat menjadi investasi yang baik".

Operasi investasi dimaksudkan Benjamin adalah operasi yang melalui analisis yang menyeluruh, menjanjikan keamanan uang pokok dan keuntungan yang memuaskan. Operasi yang tidak memenuhi ini adalah spekulatif.

Pada dasarnya investasi adalah Keuntungan dan Keamanan Uang Pokok.

Benjamin juga menjelaskan tentang nilai intrinsik, yakni nilai yang didasarkan pada fakta-fakta mencakup aset, pendapatan, deviden dan prospek nyata dimasa depan. Faktor terpenting dalam menentukan nilai suatu perusahaan adalah kekuatan pendapatannya dimasa depan.

Awalnya, banyak investor mengira bahwa nilai intrinsik adalah sama dengan nilai buku, tapi kenyataannya tidaklah hanya aset-aset riil, tetapi pendapatan dari aset-aset ini.

Aturan simpel dari Benjamin adalah 
1. Jangan Merugi
2. Jangan lupa aturan Nomor 1

Tips Benjamin dalam membeli perusahaan adalah beli perusahaan dimana dihargai kurang 2/3 dari nilai bersih dan memiliki Price to Earning yang rendah. Hal yang perlu diperhatikan dari analisa P/E adalah memiliki hutang yang lebih kecil dari nilai asetnya. Selain itu menurut Benjamin tentang waktu investasi, yakni "Menunggu pasar terkoreksi sebelum melakukan investasi adalah hal yang tidak masuk akal".

2. Philip Fisher

Dari pengalaman, seseorang bisa untung di bursa saham dengan cara:
1. Berinvestasi diperusahaan yang memiliki potensi diatas rata-rata
2. Pastikan menajemen merupakan orang-orang yang terbaik.

Fisher menyelidiki beberapa hal tentang perusahaan yakni:
1. Marjin Laba Perusahaan
2. Upaya dalam mempertahankan marjin perusahaan
3. Analisa biaya      
4. Kendali Akuntansi = mengidentifikasi operasional perusahaan

Kunci dari Fisher adalah bagaimana perusahaan mempertahankan pertumbuhan tanpa mengikis kepemilikan pemegang saham.

Seperti perkataan Buffett, "Akan ada dimana sebuah perusahaan mengalami masa-masa buruk". Fisher melihat mutu menajemen dengan melihat kebijakan menajemen, yakni memastkan keuntungan jangka panjang 10-20 tahun, bahkan dengan cara menurunkan keuntungan jangka pendek. Contohnya menurut saya seperti kebijakan-kebijakan perusahaan membeli teknologi terbaru atau peremajaan alat, mungkin kebijakan ini akan mengurangi keuntungan jangka pendek, tapi efisiensi yang dihasilkan teknologi tersebut akan berdampak secara jangka panjang.

Melihat hal mutu menajemen juga bisa dengan cara menghadiri Publik Expose ataupun bertanya melalui Corporate Secretary, dalam hal ini Fisher juga memperhatikan, yakni ketika bisnis baik maka biasanya menajemen akan berbicara bebas (prospek, return yang tinggi dan segala hal yang membuat investor merasa nyaman), namun ketika bisnis sedang turun (jelek) maka menajemen akan tutup mulut. Hal-hal seperti inilah yang harus dihindari. Fisher menghargai kejujuran menajemen.

Dalam menganalisa perusahaan, Fisher juga membandingkan perusahaan dengan perusahaan lainnya di industri yang sama. Membaca laporan keuangan saja tidaklah cukup, karena laporan keuangan bisa di percantik (manipulasi), oleh sebab itu Fisher tidak segan bertanya kepada orang-orang disekitar ataupun yang kenal (mantan karyawan, vendor dan lainnya) mengenai perusahaan tersebut.

Berbeda dengan kebanyakan investor, Fisher tidak memiliki banyak saham didalam portofolionya, dia membatasi portofolio kurang dari 10 (<10) atau lebih baik jika 3-4 perusahaan saja yang mempresentasikan 75% dari keseluruhan portofolio. Banyak saham memang mengurangi resiko, apalagi jika disebar diberbagai industri, namun tugas investor bukanlah menghasilkan investasi yang sama dengan rata-rata, melainkan diatas rata-rata.


3. John Burr William

John Burr William berpengaruh terhadap Buffet dalam menghitung Fair Value (FV) dari sebuah perusahaan. John mengatakan :

"Estimasikan seluruh dana tunai yang akan dihimpun perusahaan sepanjang hidupnya dan kemudian potol total dana tunai tersebut kembali kenilai saat ini"

Pada hal ini Warrent Buffett menggunakan Arus Kas Bersih, pada prinsipnya Buffett fokus kepada berapa banyak cash yang bisa dihasilkan perusahaan (?).

Dalam beberapa hal, sering kita jumpai tentang perusahaan yang tidak membagikan deviden dengan berbagai alasan. John menjelaskan tentang hal ini, yakni:

" Jika laba yang tidak dibagikan dalam bentuk deviden, diinvestasikan kembali dengan sukses. Laba ini seharusnya menghasilkan deviden dikemudian hari. Jika tidak, itu adalah uang hilang".

Jelas perkataan John, pada akhirnya perusahaan akan membagikan deviden, tidak heran terkadang kita menemukan perusahaan yang royal membagikan deviden untuk menjaga pertumbuhan ekuitas dan pengembalian perusahaan (ROE), apabila ROE mengecil, maka investor menganggap perusahaan itu sedang menuju ke masa-masa buruk.

Dalam tingkat diskonto, John menggunakan 2 hal, yakni:
1. Suku bunga obligasi jangka panjang (10 Tahun) atau
2. Imbal hasil kumulatif rata-rata dari bursa saham

4. Charles Munger

Perbedaan Benjamin dan Charlie, menurut Buffett adalah Munger percaya pada pembayaran diharga wajar untuk perusahaan bermutu.

"Jauh lebih baik untuk membeli perusahaan yang luar biasa diharga wajar, ketimbang perusahaan wajar diharga yang luar biasa".

Dalam suatu kasus, Munger menyaknikan Buffett untuk membeli perusahaan Candy dengan nilai 3x nilai buku.


Lanjut ke bagian 2 (Klik : Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 2)







Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…