Skip to main content

Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 3

THE WARRENT BUFFETT WAY

Aturan Bisnis :

1. Apakah Bisnis itu sederhana dan dapat dipahami?
2. Apakah Bisnis itu memiliki sejarah operasional yang konsisten?
3. Apakah Bisnis itu memiliki prospek jangka panjang yang menguntungkan?

Aturan Menajemen :

1. Apakah Menajemen rasional?
2. Apakah Menajemen bersikap terus terang kepada para pemegang sahamnya?
3. Apakah Menajemen menentang imperatif institusional?

Aturan Financial :

1. Seperti apa pengembalian Ekuitasnya?
2. Seperti apa "Laba Pemilik" dari perusahaan itu?
3. Seperti apa marjin labanya?
4. Apakah perusahaan sudah menciptakan sedikitnya 1 dollar nilai pasar untuk setiap dollar ditahan?

Aturan Nilai :

1. Seperti apakah nilai perusahaan itu?
2. Apakah perusahaan itu bisa dibeli diharga diskon yang signifikan dari nilainya?

Chapter 5

Pedoman investasi bagi Buffett adalah saya ingin terjun ke bisnis yang begitu bagus sehingga bahkan sebuah boneka bodoh sekalipun bisa menghasilkan uang. Maksud Buffett adalah dia suka dengan bisnis yang sederhana dan dapat dijadikan waralaba.

Buffett tidak berpikir berdasarkan :
1. Teori Pasar
2. Konsep Makroekonomi
3. Trend Sektor

Bisnis Sederhana dan Mudah dipahami

"Prediksi masa depan selalu rumit dan akan menjadi luar biasa rumit jika dilakukan dibidang yang sama sekali anda tidak kuasai".

"Masalahnya bukan seberapa besar lingkaran kompetensi anda, tapi seberapa baik parameternya".

"Seorang investor hanya perlu melakukan sedikit sekali hal benar selama ia menghindari kesalahan-kesalahan besar".

"Membuahkan hasil diatas rata-rata, kerap datang dari melakukan hal-hal yang biasa, kuncinya adalah melakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa baik".

Salah satu contoh bisnis sederhana yang dibeli Buffett adalah:

Benjamin Moore (2000)

Buffett membeli saham Benjamin Moore diharga 25% lebih tinggi dari harga saham, bisnis Moore adalah pembuatan cat. Alasan Buffett membeli Moore adalah mutu dan sejarah operasional yang baik (konsisten). Sebagai salah satu manufaktur terbesar di Amerika, Moore menjadi standar para arsitektur dan telah mengembangkan sistem komputer pencocokan warna didunia. Pengujian yang dilakukan oleh Moore membuatnya terus menjadi standar di industri tersebut. Dan pada akhirnya, seperti bisnis asuransi Bekshire, Moore memiliki produk yang tidak murah tetapi mutu produk-produk Moore menuntut kekuatan harga yang mengalahkan konsep inflasi apapun. Bagi Buffett, belilah perusahaan yang sudah cukup mapan ataupun sukses dan masih berpotensi tumbuh.

Waralaba yang disinggung Buffett memiliki pengertian, yakni suatu dimana produknya dibutuhkan atau diinginkan dan tidak memiliki pengganti yang menyerupai.

Wells Fargo

Bank adalah bisnis sederhana, dimana selama pinjaman dikeluarkan secara bertanggung jawab dan biaya-biaya dibatasi.

Nilai jangka panjang dari suatu bank ditentukan oleh tindakan para menajernya, karena mereka mengendalikan 2 hal penting, yakni :
1. Biaya
2. Peminjaman

Kuncinya adalah "dikelola dengan baik", Manajer yang buruk akan mengamburkan biaya operasional dan membuat pinjaman yang bodoh, sedangkan manajer yang baik akan memangkas biaya dan tidak melakukan pinjaman yang riskan.

Konsistensi

Walaupun memprediksi masa depan itu sulit dan tidak aman, catatan kinerja yang baik merupakan indikator yang relatif dapat dipercaya. Jika perusahaan menunjukkan hasil yang konsisten dengan produk yang sama bertahun-tahun, sangatlah beralasan untuk berasumsi bahwa hal itu akan terus berlanjut. 

Selama tidak ada perubahaan besar, Buffett menghindari membeli perusahaan yang secara fundamental berganti arah karena rencana mereka tidak berhasil. Ia pernah mengalami bahwa melakukan perubahan bisnis secara besar-besaran justru akan memperbesar melakukan kesalahan secara besar-besaran.

"Perubahan besar dan keuntungan biasanya tidak bisa menjadi satu"

Sebagian orang berinvestasi sering bergegas membeli saham dari perusahaan yang tengah berada dalam aksi korporasi dikarenakan sejumlah alasan yang tidak dapat dijelaskan. Mereka menjadi gila dengan gagasan apa yang terjadi dimasa depan dan melupakan realitas bisnis dimasa sekarang.

"Charlie dan saya belum tau cara menyelesaikan masalah yang sulit, apa yang kami tau adalah menghindarinya"

Prospek Jangka Panjang yang Menguntungkan

"Kami menyukai saham yang memiliki imbal hasil tinggi dari modal yang diinvestasikan"

Pengertian Waralaba:
1, dibutuhkan
2. tidak memiliki pengganti yang mendekatinya
3. tidak teregulasi

Sebuah waralaba yang merupakan satu-satunya sumber produk yang diinginkan orang secara rutin menaikkan harga tanpa takut kehilangan pangsa pasar maupun volume penjualan. Waralaba dapat menaikkan harga bahkan dalam permintaan yang biasa dan kapasitas (utilitas) tidak sepenuhnya dimanfaatkan.

"Definisi perusahaan hebat adalah perusahaan yang tetap hebat 25-30 tahun kedepan"

Lanjut ke Bagian 4 (Klik : Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 4)


Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…