Skip to main content

Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 5

Saya mencoba menuliskan kembali apa yang saya dapat dari buku "The Warrent Buffet Way".

Chapter 8

Semua prinsip yang kita pelajari pada akhirnya adalah tentang beli ataupun tidak membeli saham.

Bursa saham menentukan harga tetapi investor memberikan nilai atas semua dasar informasi yang dimilikinya tentang perusahaan. Harga dan nilai tidak harus selalu setara.

"Harga adalah apa yang Anda bayar, Nilai adalah apa yang Anda dapat".

Jika bursa saham adalah efisien, maka harga akan segera menyesuaikan dengan semua informasi yang tersedia, tapi kenyataannya hal ini tidak terjadi. Harga bergerak naik dan turun dari nilai wajar perusahaan, dan tidak semuanya logis.

"Tidak baik pergi tidur sambil memikirkan bursa saham, Kita memikirkan tentang nilai bisnis perusahaan; Bursa ada untuk melayani Kita, bukan menginstruksi kita".

Investor cerdas akan secara berkala menilai perusahaan. Jika harga pasar lebih rendah dari nilai perusahaan maka Investor akan membeli, jika harga pasar lebih tinggi dari nilai perusahaan maka Investor akan menjual.

Investasi memiliki 2 komponen:
1. Tentukan nilai bisnis perusahaan
2. Beli ketika harga secara signifikan dibawah nilai perusahaan

Membeli di Harga Menarik

Fokus pada bisnis yang mudah dipahami.

"Peluang investasi yang hebat, datang disaat perusahaan yang luar biasa dikelilingi oleh kondisi yang tidak biasa yang membuat nilai sahamnya diberi penilaian yang salah".

Nilai saham dalam jangka panjang akan bergerak naik secara stabil, jika perusahaan secara konsisten menghasilkan 15% dari ekuitas.

"Pasar, seperti Tuhan, membantu mereka yang membantu diri sendiri, Namun tidak seperti Tuhan, pasar tidak mengampnui mereka yang tidak tau apa yang mereka lakukan".

Ajaran-ajaran dari buku ini:

1. Fokus pada perusahaan yang relatif bisa diprediksi. Jika Anda bertahan pada perusahaan dengan operasional yang konsisten dan prospek menguntungkan. Anda mengembangkan naluri bagaimana peforma dimasa depan.

2. Ajaran menajemen akan membuat Anda fokus pada manajemen yang baik

3. Ajaran bisnis dan manajemen membuat Anda  mengerti potensi laba perusahaan dimasa depan.

4. Ajaran finansial mengajarkan Anda tentang angka-angka yang Anda butuhkan

5. Ajaran nilai mengajarkan Anda melewati perhitungan matematis yang digunakan untuk menghasilkan jawaban akhir. Apakah ini pembelian yang bagus?

Chapter 9

Chapter ini berisi tentang kenapa dan bagaimana Buffett berinvestasi didalam surat hutang berpendapatan tetap seperti obligasi.

Investasi di obligasi adalah kewajiban Berkshire atas pemegang polis mereka, bagi Buffett, jika saham menjadi lebih murah, kita akan membelinya dengan agresif. Jika obligasi menjadi lebih menarik, kita akan memborong surat beharga ini.

Umumnya, Buffett menghindari investasi berpendapatan tetap, selalu ada inflasi yang tidak dapat diperkirakan dan dikendalikan dimasa depan. Disaat seperti ini, saham akan kehilangan nilai riilnya, tapi obligasi akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar.

Chapter 10

Membeli saham adalah 1/2 cerita, 1/2 sisanya adalah mengelola portofolio.

Buffett tidak peduli dengan kepanikan market, ia bergerak tenang karena kepercayaan dirinya yang besar. Buffett tidak berpikir secara terus menerus dikarenakan investasinya difokuskan kepada saham tertentu yang kita sebut Investasi Fokus.

Aturan Investor fokus :

1. Konsentrasikan investasi pada perusahaan yang menonjol dan dikelola manajemen yang bagus
2. Batasi perusahaan pada jumlah yang Anda bisa pahami. 10-20 sudah bagus, lebih dari itu membuat masalah.
3. Pilih yang terbaik dari yang terbaik. Dan fokuskan dana Anda disitu
4. Berpikirlah jangka panjang 5-10 tahun kedepan
5. Jika Volatilitas terjadi, abaikan saja.

Bersabarlah

Investasi fokus mengharuskan kesabaran, sekalipun terlihat strategi lain lebih menarik.

Investasi fokus mengejar hasil diatas rata-rata, bukan sama dengan rata-rata.

Keputusan Untuk Membeli

Ketika Buffett berniat menambah satu investasi, ia mengamati apa yang sudah ia miliki. Tujuannya jika investasi baru tidak lebih baik dari apa yang sudah kita miliki, maka Buffett akan menjauhi niat untuk investasi yang baru.

Chapter 11

Membahas psikologi uang, Buffett menjelaskan dengan sbeutan Investor Sejati,yakni :

1. Investor sejati bersikap tenang, harga saham dipengaruhi oleh hal-hal yang masuk akal dan tidak masuk akal. Investor sejati tau, selama perusahaan mempertahankan mutu maka harga saham akan bergerak naik.

Buffett berterus terang,jika Anda tidak mampu menahan melihat saham yang Anda pegang turun 50% tanpa kepanikan, sebaiknya Anda tidak berada dibursa saham. Selama Anda nyaman dengan bisnis perusahaan yang Anda miliki, Anda harus melihat penurunan sebagai peluang dan memperbesar saham yang Anda miliki.

Investor sejati tetap tenang ketika gerombolan orang panik dan tetap tidak terpengaruh dengan alasan-alasan panik mereka.

2. Investor sejati bersikap sabar, investor sejati menunggu datangnya peluang yang tepat. Mereka lebih sering berkata "Tidak" ketimbang "Ya".

"Kita tidak harus lebih pintar dari pada yang lain, kita harus lebih disiplin dari pada yang lain"

3. Investor sejati bersikap rasional. Mereka tidak teralu optimis dan pesimis, mereka lebih logis dan rasional.

Optimisme (terlalu) adalah musuh dari pembeli rasional. Optimis maupun pesimis adalah penegasan investor tentang masa depan. Meramalkan masa depan adalah hal yang sulit, dan adalah hal yang bodoh jika optimisme dan pesimisme didasarkan pada emosi dari pada riset.

"Greedy when other fear, fear when other greedy".

2 Alasan penting memahami psikologi manusia dalam investasi:
1. Anda punya pedoman menghindari kesalahan yang umum
2. Anda mampu mengendalikan kesalahan orang lain dan mengambil keuntungan dari kesalahan mereka.

Chapter 12

Orang masuk akal beradaptasi dengan dunia, orang tidak masuk akal akan terus berupaya mengadaptasi dunia dengan dirinya. Karena semua kemajuan bergantung pada orang yang tidak masuk akal.

Saat Buffett berinvestasi, ia melihat bisnis. Sebagian investor hanya melihat harga saham. Mereka menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengamati, memprediksi dan mengantisipasi perubahan harga dan meluangkan sedikit waktu untuk memahami bisnis yang mereka miliki.

Buffett memerika beberapa hal dalam sekali setahun yakni :
1. Pengembalian ekuitas awal pemegang saham
2. Perubahan marjin operasional, tingkat hutang dan kebutuhan belanja modal
3. Kemampuan perusahaan menghimpun uang

Lanjut ke Bagian 6 (Klik : Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 6)

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…