Skip to main content

Tulisan "The Warrent Buffett Way" Bagian 2

Panduan Pengaruh

Awal 1956, menurut Buffett, strategi Benjamin dalam membeli perusahaan murah tidaklah begitu ideal, hal ini dikarenakan Benjamin hanya fokus kedalam valuasi nilai, tidak kepada menajemen.

Pelajaran dari Benjamin adalah investasi yang sukses melibatkan pembelian saham-saham disaat harga pasarnya berada pada level diskon yang signifikan terhadap nilai bisnis yang mendasarinya. 

Terkait hal diatas, saya berasumsi bahwa yang dimaksud Benjamin adalah ketika Market Cap lebih kecil ketimbang ekuitas perusahaan (Market Cap<Ekuitas).

Fisher mengajarkan Buffett bahwa suatu kesalahan mengajarkan pada para investor untuk meletakkan telur didalam beberapa keranjang untuk memperkecil resiko. Menurut Fisher, resiko dari membeli terlalu banyak saham (berbeda perusahaan) adalah akan mustahil mengamati semua telur dalam semua keranjang.

Kesimpulannya, membeli suatu perusahaan tanpa meluangkan waktu untuk mengembangkan pemahaman bisnis jauh lebih beresiko ketimbang detervisikasi terbatas.

Sejalan dengan Fisher, Buffett mengakui diawal-awal berinvestasi, dirinya adalah 70% Benjamin : 30% Fisher, namun sekarang dia mengakui bahwa dirinya 50% Benjamin : 50% Fisher. Konsep Margin of Safety dari Benjamin sangatlah penting baginya.

Chapter 3

Bisnis utama Berskhire Hathaway adalah asuransi, Buffett melihat bisnis asuransi adalah bisnis yang menghasilkan cash yang besar apabila dikelola dengan benar. 

Didalam Chapter 3, The Warrent Buffett Way menceritakan pandangan Buffett tentang bisnis komoditas. Bagi Buffett, bisnis komoditas menghadapi kesulitan untuk membedakan produk mereka dari produk pesaing. Untuk bisa bersaing, bisnis komoditas bertumpu pada mempekerjakan tenaga kerja dengan upah rendah dan menekan marjin laba dan agar tetap kompetitif maka membutuhkan belanja modal yang signifikan.

Dalam belanja modal, Buffett berharap menghasilkan yang positif dari laba yang sedang.

Berbicara tentang Berskhire Hathaway, pada Juli 1985, Buffett resmi menutup divisi tekstile di Berskhire Hathaway. Walaupun bisnis tekstile ini telah ada di Berskhire selama kurun waktu 100 Tahun dan menghasilkan cash diawal-awal operasinya, tapi bisnis tekstile ini tidak lagi menguntungkan dimata Buffett.

Bisnis Asuransi menurut Buffett memberikan cash yang besar disebabkan pemegang polis akan membayar premi -memberikan arus kas konstan- yang dikenal dengan float. Perusahaan asuransi menyisihkan dana untuk klaim setiap tahunnya didasarkan pada estimasi terbaik mereka dan menginvestasikan sisanya (Saham-Obligasi).

Sedikit saya akan tuliskan pembahasan dari perusahaan-perusahaan Berskhire (Lebih jelas jika dibaca langsung dari buku)

GEICO

Konsep GEICO sederhana yakni:
1. Mengasuransikan orang dengan catatan baik
2. Menjual tanpa agent

Hal yang menarik dari GEICO bagi Buffett adalah pembayaran premi lebih besar ketimbang klaim (Premi>Klaim). Dikarenakan marjin meningkat, GEICO juga fokus pada customer secara jangka panjang.

General RE

General RE bukanlah asuransi melainkan reasuransi (Re-Insurance), perusahaan Re-Insurance bertugas mengasuransi perusahaan asuransi.

Pada 1999 General RE mengalami penurunan terbesar dikarenakan klaim perusahaan yang begitu besar. Hal ini disebabkan, General RE memberikan harga terlalu rendah pada produknya sehingga ketika terjadi klaim, klaim lebih besar ketimbang premi yang dibayarkan.

Secara singkat, The Warrent Buffett Way mengajarkan bisnis asuransi yakni ketika float sama dengan nol (0) ataupun negatif. Biaya Float adalah rasio kerugian terhadap premi yang diterima pada tahun tertentu. Ketika biaya float sama dengan 0 itu berarti bagian dari premi dan kerugian adalah seimbang, namun lebih baik lagi ketika negatif, yakni ketika premi lebih besar dari kerugian, sehingga menghasilkan keuntungan tanggungan. Hal ini mengacu pada biaya negatif dari float, tetapi sebenarnya merupakan hal positif.

Terkait kerugian yang dialami Gen RE, Buffett mengatakan: 

"Bencana akan terjadi dari waktu ke waktu dan ini tidak akan menjadi bencana terakhir yang kita alami"

Terkait masalah di Gen RE, Buffett mengakui bahwa dia tidak melihat masalah di Gen RE, hal ini menarik sekaligus ironis,  bahwa orang berpengalaman seperti Buffett tidak melihat adanya masalah, hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kompleksnya bisnis asuransi.

Namun bagi Buffet, bisnis Reasuransi menawarkan potensi begitu luar biasa dan bisnis reasuransi yang dijalankan dengan baik dapat menciptakan nilai yang luar biasa bagi para pemegang saham. Dengan demikian, Buffett lebih memilih untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut ketimbang melepas perusahaan tersebut. Dan pada akhirnya ketika General RE kembali, Gen RE mendapatkan peringkat AAA. Dan tertinggi di sektornya.

Bagi Buffett, asuransi adalah bisnis komoditas, namun Buffett mengangkat bisnis komoditas menjadi waralaba. Perusahaan asuransi menjual produk yang tidak dapat dibedakan dengan pesaing. Polis distandarisasi dan dapat ditiru oleh pesaing. Namun cara Berskhire bertahan dalam bisnis asuransi (merupakan komoditas) berbeda, Buffett tidak mau bersaing dalam hal harga, melainkan Buffet bersaing dalam kekuatan financial. Buffett puas ketika hanya melakukan sedikit bisnis ketika harga rendah. Kekuatan financial Berskhire telah membedakan operasi asuransinya dari yang lain di indsutri tersebut.

Chapter 4

Pendekatan Investasi Buffett adalah membeli saham berarti membeli bisnis dan membutuhkan kedisplinan yang sama.

Buffett sebenarnya lebih suka memiliki 100% perusahaan (secara langsung) karena hal itu menurutnya, memungkinkan dirinya mempengaruhi apa saja yang menurutnya merupakan hal penting dalam suatu bisnis. tapi jika saham mempresentasikan nilai lebih baik, pilihannya adalah membeli sporsi saham dari suatu perusahaan.

Buffett mencari perusahaan yang ia pahami dengan sejarah laba bersih yang konsisten dan prospek jangka panjang yang menguntungkan, menunjukkan pengembalian ekuitas yang bagus dengan sedikit hutang, yang dijalankan oleh orang-orang yang jujur dan kompeten dan tersedia diharga menarik.

Pekataan Benjamin dan Buffett yang menarik adalah

"Investasi paling cerdas dilakukan dengan cara paling sederhana" - Benjamin

" Saya investor yang baik karena saya pebisnis dan saya pebisnis yang baik karena saya seorang investor" - Warrent Buffett

Lanjut ke Bagian 3 (Klik : Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 3)

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…