Skip to main content

Tulisan "The Warrent Buffett Way" Bagian 4

Saya mencoba menuliskan kembali apa yang saya dapat dari buku "The Warrent Buffet Way".

Chapter 6

3 Ciri yang dicari Buffett :
1. Apakah manajemen rasional?
2. Apakah manajemen bersikap apa adanya terhadap pemegang saham?
3. Apakah manajemen berani menentang imperatif institusional?

Ketika mengahuisisi perusahaan, Buffett melihat dengan cermat mutu manajemennya. Perusahaan yang dibeli harus dioperasikan oleh orang-orang yang jujur, kompeten yang bisa Buffett percayai.

"Kami tidak ingin bergabung dengan para manajer yang tidak memiliki mutu yang luar biasa, tidak peduli seberapa menarik prospek bisnisnya".

Menentang Imperatif Institusional secara singkat saya gambarkan sebagai manajer yang berani menentang orang-orang di Industri sejenis dikarenakan orang-orang tersebut melakukan kesalahan (meniru apa yang dilakukan orang lain) yang akan merugikan pemegang saham secara jangka panjang. Seperti kegiatan-kegiatan akuisisi ketimbang memperbaiki kenyataan perusahaan yang pada akhirnya tidak menguntungkan pemegang saham.

Rasional

Tindakan terpenting adalah Alokasi modal perusahaan. Dikatakan penting karena memutuskan apakah laba bersih akan diinvestasikan kembali atau dikembalikan kepada investor.

Ada 3 opsi ketika perusahaan mulai melambat dengan kas yang berlebih:
1. Tidak dipedulikan, menginvestasikan kembali dengan pengembalian dibawah rata-rata
2. Membeli pertumbuhan/akuisisi
3. Mengembalikan kepada pemegang saham 

Kejujuran

Buffett menghargai manajemen yang tidak bersembunyi dibalik permainan akuntansi. Bagi Buffett, laporan keuangan sering dibuat rumit sehingga investor sulit memahami bisnis mereka. Laporan keuangan harus bisa menjelaskan 3 hal, yakni :
1. Seberapa besar nilai perusahaan saat ini?
2. Berapa besar peluang perusahaan memenuhi kewajiban di masa depan?
3. Seberapa baik pekerjaan manajer dengan masalah yang mereka tangani?

Buffett memenuhi standar akuntansi dan membagi penjelasan tentang laba bersih secara terpisah dari setiap bisnis Bekshire.

Banyak manajer yang melaporkan hal-hal yang optimis dengan berlebihan dari pada penjelasan yang jujur tentang kesalahan ataupun kegagalan mereka, hal ini barang kali untuk memenuhi kepentingan jangka pendek mereka tapi bukan jangka panjang pemegang saham.

"Dalam mengevaluasi orang lain, Anda mencari 3 Mutu : Integritas, Kecerdasan dan Energi. Jika anda tidak memiliki yang pertama, dua sisanya akan membunuh Anda".

Buffett menasihati investor untuk berhati-hati dalam membaca laporan tahunan. Jika laporan tahunan hanya menggemborkan laba, laba dan laba, sebenarnya CEO sedang memberi tau kita untuk tidak menghitung selain laba dan sumber laba, sehingga investor mengabaikan hal-hal buruk yang terjadi diperusahaan.

"Saya membaca laporan tahunan dari perusahaan yang tengah saya pertimbangkan dan saya membaca laporan tahunan dari para kompetitornya. Itu adalah sumber utama".

Apakah melakui laporan keuangan, kita akan tau bahwa manajemen melakukan kecurangan dan kebohongan? Tidak juga, itu akan sulit, apalagi jika laporan keuangan yang berisi kebohongan itu dibuat dengan hati-hati. Tapi kita tidak boleh menyerah, tetap lakukan riset dan waspadalah terhadap masalah-masalah tersebut.

Chapter 7

Buffett fokus kepada hasil rata-rata selama 4-5 tahun.

Buffett fokus kepada beberapa prinsip financial,yakni :
1. Fokus kepada pengembalian ekuitas, bukan laba bersih persaham
2. Hitung laba pemilik untuk mendapatkan refleksi nilai sesungguhnya
3. Cari perusahaan dengan marjin tinggi
4. Untuk setiap dollar ditahan, apakah perusahaan telah mencitpakan sedikitnya 1 dollar nilai pasar?

Pengembalian Ekuitas

Sebagian perusahaan menahan laba bersih tahun sebelumnya untuk meningkatkan basis ekuitas, oleh sebab itu fokuslah kepada pengembalian ekuitas. Tidak ada yang spektakuler, jika Laba per saham tumbuh 10%, tetapi pertumbuhan basis ekuitas hanya 10%. Buffett tau bahwa pengembalian ekuitas dapat diperbesar dengan meningkatnya hutang, oleh sebab itu carilah perusahaan dengan hutang yang kecil atau tanpa hutang.

Buffet tidak memberi saran terhadap level hutang dikarenakan perusahaan berbeda memiliki kemampuan arus kas berbeda dengan kemampuan mengelola hutang yang berbeda.

Laba Pemilik

Perusahaan dengan rasio aset terhadap laba yang tinggi cenderung melaporkan laba bersih yang dibuat-buat. Disebabkan inflasi menurunkan nilai aset. Sehingga lebih baik analis menjumlahkan ekspetasi arus kas dari perusahaan.

Arus kas juga bukan cara yang baik, arus kas cocok untuk perusahaan dengan pengeluaran besar diawal dan kecil diakhir. Tapi perusahan dengan belanja modal yang terus menerus tidak dapat dilihat akurat dengan arus kas.

Buffett lebih memilih menggunakan "laba pemilik" yakni, pendapatan bersih suatu perusahaan ditambah depresiasi, deplesi dan amortisas, dikurangi jumlah belanja modal dan modal kerja tambahan lainnya.

Mengutip Keynes:
"Saya lebih memilih untuk kira-kira benar daripada benar-benar salah".

Marjin Laba

Buffett menyadari bahwa bisnis hebat akan melakukan investasi buruk apabila manajemen tidak bisa merubah penjualan menjadi laba. Manajer dengan biaya operasi tinggi akan terus menemukan cara menambah biaya sedangkan manajer dengan biaya rendah akan terus menemukan cara memangkas biaya.

Setiap kali perusahaan mengumumkan "program pengurangan biaya", Buffett menyadari bahwa perusahaan belum menemukan apa yang dapat dilakukan dengan belanja modal.

Rata-rata perusahaan yang dimiliki Buffett memberikan marjin laba sebesar 20%.

Prinsip 1 Dollar

Buffett memilih perusahaan dimana dollar dari laba ditahan dapat sedikitnya menjadi 1 dollar nilai pasar. Jika laba ditahan (diinvestasikan ke perusahaan) dan menghasilkan laba diatas rata-rata maka kenaikan nilai pasar perusahaan akan proporsional.

"Manajer yang berjanji untuk mencapai angka-angka itu, pada akhirnya akan membuat angka-angka itu. Tujuan kita adalah belajar melihat perbedaannya". 

Lanjut ke Bagian 5 ( Klik : Tulisan "The Warrent Buffet Way" Bagian 5)

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…