Skip to main content

Portoflio Juli 2017

Selamat Bulan Juni!
Seperti biasa, saya akan update kinerja laporan investasi saya (Portofolio Sebelumnya: Portofolio Mei 2017)

Kembali saya tegaskan, saya menunjukkan portofolio saya bukan untuk Pamer ataupun lainnya. Hanya ingin sharing, dan apa yang saya beli bukan rekomendasi untuk Anda dibeli. Semua resiko menjadi tanggung jawab investor. "Disclaimer On".

"If you know why you doing that and how doing that, that's good enough" 
- Howard Buffet 

Sesuai judul tulisan kali ini maka yang dibahas adalah portoflio, maka berikut saya tampilkan kinerja portoflio saya dibulan Juni:

Nama
Average
Last
%
AISA
1,555
1,205
(22.5)
BNLI
658
680
3.3
MBSS
391
346
(11.7)
PTRO
693
1,000
44.3
TOTL
780
725
(7.1)
(X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi

Jika dibandingkan portoflio bulan Juni, maka secara rata-rata investasi saya mengalami penurunan drastis. Penurunan kinerja ini disebabkan penurunan harga saham Tiga Pilar (AISA) yang sangat drastis. Berikut ulasan saya tentang masing-masing kinerja saham di portofolio:

1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Mengutip dari sebuah website berita yakni Tempo (Link : Untung tidak wajar menteri Amran semprot Pt Indo beras unggul). Yakni:

-Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai PT Indo Beras Unggul mengambil untung terlalu tinggi dalam penjualan beras dengan menjual beras seharga Rp 9.000 menjadi Rp 20 ribu per kilogram. "Mereka meraup untung yang tidak wajar hingga Rp 400 triliun," kata Amran kepada wartawan setelah penyegelan pabrik tersebut, Kamis malam, 20 Juli 2017. Amran mengatakan keuntungan perusahaan tersebut mencapai Rp 10 ribu per kilogram. Amran menilai praktik penipuan yang dilakukan PT Indo Beras Unggul tergolong kejahatan sangat serius. Sebagai produsen besar, anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk itu memainkan disparitas harga terlalu tinggi. "Pabrik ini tergolong middleman yang kerjanya memainkan disparitas harga beras," ujarnya. -


Berikut penjelasan dari pihak Manajemen Tiga Pilar Sejahtera Food (Link: Penjelasan Tiga Pilar Sejahtera Food). Mari kita lihat laporan keuangan Tiga Pilar, berikut ini:

Annual 2016:
Jika merancu pada Annual Report 2016, maka penjualan neto dari AISA adalah sebesar 6.545.680.000,000 (Enam Triliun Rupiah). Dengan sumbangsing TPS Rice (divisi beras) adalah 61.28% dan TPS Food (Bihunku, Mie Kremez, Taro dan lainnya) adalah 38.16%. Sepanjang tahun 2016 TPS Rice telah memberi kontribusi sebesar 4 Triliun rupiah.

Quartal 1 2017:
Jika merancu pada laporan keuangan quartal 1 2017, maka penjualan AISA pada Ql 2017 sebesar 1.457.121.000.000 (Satu Triliun) vs Q1 2016 sebesar 1.660.859.000.000 (Satu Triliun).

Mari kita lihat juga entitas anak dari Tiga Pilar Sejahtera Food:

Beserta aset entitas anak pada Q1 2017 (Sumber : Tigapilar.com )


Secara pribadi saya tidak melakukan cutloss, hal ini saya lakukan karena saya belum mendapatkan penjelasan yang jelas dari perusahaan. Saya juga belum memahami apa yang terjadi dengan pasti. Namun bagaimana skenario terburuk terhadap Tiga Pilar? Jika terbukti semua entitas anak dari perusahaan AISA melakukan hal yang sama, tentu secara menutup mata kerugian yang diterima TPS akan sangat besar, karena selama ini 60% ditopang oleh TPS Rice dan saya juga akan memilih cutloss (Sekalipun rugi yang saya terima besar, saya berharap agar AISA tidak disuspend). Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya dimana hanya PT Indo Beras Unggul yang melakukan hal tersebut. Maka saya akan memilih untuk invest disaham AISA (sudah turun 20% dari modal, kesempatan atau kerugian?), sekalipun brand Maknyus dan beras lainnya akan sangat terpukul dan perlu strategi khusus dari manajemen untuk mengembalikan kepercayaan seperti (menurut saya) relaunching ataupun mendiskon harga untuk jangka waktu tertentu (7-8 bulan) sampai kepercayaan publik kembali. Yang menjadi pertanyaan saya apakah selama ini Induk hanya menerima laporan keuangan dari masing-masing anak tanpa mengetahu kerja anak usaha? ataukah ini permainan anak usaha saja? Let's see...

"Today is Hard, Tomorrow is Worse, But The Day after tomorrow will be sun shine" 
- Jack Ma

2. Bank Permata (BNLI)

Kinerja Bank Permata di Q2 2017 ini cukup baik dimana berhasil membukukan laba 620 Milyar dan NPL tercatat turun menjadi 4.7% dari Q2 2016 8.8%. Secara PE dan PBV, BNLI diperdagangkan pada 22x dan 0.88x. Berikut average BNLI selama 3 tahun (sumber : Stockbitpro). 

3. Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) 

Merupakan anak usaha dari Indika Energy, saya masih menunggu hasil kinerja di Q2 2017. Apakah dengan perbaikan harga batubara sepanjang 2017 ini mampu mengembalikan kinerja keuangan Mitabahtera atau tidak. Saya juga masih menunggu update tentang rencana manajemen masuk di sektor Migas

4. Petrosea (PTRO)

Tidak banyak news dari perusahaan. Terakhir adalah Petrosea mendapatkan kontrak dari Maruwai Coal untuk menggarap jembatan, jalan dan kontruksi membuka lahan tambang dengan kontrak selama 2 tahun. (Link : Petrosea Raih Kontrak 1,2 Triliun).

5. Total Bangun Persada (TOTL)

Sepanjang Q1 2017, Total baru mencapai kontrak 1,32 Triliun ataupun 33% dari target tahun 2017 sebesar 4 Triliun, pencapaian ini juga turun 42% dibandingkan dengan Q1 2016 sebesar 2,28 Triliun. Memang fokus TOTL saat ini adalah pada gedung perkantoran dan belum kepada reccuring income. Melihat kinerja tahun sebelumnya, saya optimis Total bisa mengantongi kontrak hingga 3 Triliun di Q4 2017, sekalipun target kontrak 4 Triliun mungkin akan tercapai.

Jika dibandingkan dengan bulan lalu, saya telah take profit dari SMSM, alasan saya adalah SMSM sudah dijual pada PE 17x yang saya rasa sudah cukup mahal (Bukan berarti tidak bisa naik lagi). 

Beberapa minggu ini juga saya, lebih banyak belajar tentang teknikal dari grup Eyang Soeratman di telegram (Link : Trading Coach). Mengingat Telegram di browser tidak dapat di gunakan, maka Anda bisa join dengan menggunakan aplikasi telegram di android.

Apakah saya akan pindah ke jalur teknikal? Tidak, dulu saya pernah gagal dalam teknikal dan mengalami kerugian, sekarangpun saya juga beberapa kali mengalami kerugian di fundamental. Lalu apakah berhenti? Saya kira tidak. Sejujurnya, saya penasaran kenapa saya beberapa kali gagal dalam teknikal dan fundamental. Di tulisan saya berikutnya, saya akan menuliskan apa yang telah saya pelajari dari Eyang dan bagaimana perbandingan dengan analis fundamental saya sekarang (Mungkin tulisannya setelah pelajaran dari Eyang selesai).

Sekian tulisan saya kali ini dan semoga bermanfaat menginspirasi pembaca sekalian, Happy Investing!


"Sometimes I Win, Sometimes I learn"













Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…