Skip to main content

Trading dengan Fundamental!

Tulisan saya kali ini adalah membahas Trading dengan Fundamental. Apakah Bisa? Tentunya bisa. Jika analisis dengan Teknikal biasanya menggunakan chart Candlestick, MACD, Stockhastic Fast, CCI dan indikator teknikal lainnya. Berbeda halnya dengan Trading dengan analisis Fundamental, kita akan menggunakan PE Standart Deviasi dan PBV Standar Deviasi. Untuk kali ini kita akan membahas PE Standar Deviasi

Apa itu PE Band?

Kita pastinya paham dengan konsep PE (Price Earning) Ratio atau yang biasa disebut PER, dimana rumus mendapatkan PE sebuah saham adalah Harga Saham/ EPS. Lalu bayangkan jika kita bisa mengetahui PE tertinggi dan terendah sebuah saham selama kurun waktu 1 tahun, 3 tahun maupun5 tahun. Tentunya kita akan dapat lebih mudah menilai apakah saham perusahaan X dijual murah atau masih mahal jika dibandingkan dengan rata-rata PE historisnya.

Ingat ya, kita hanya membandingkan pergerakan harga saham dengan PE historis, bukan membandingkan dengan sektor industri.

Aplikasi yang saya gunakan untuk mendapatkan chart ini adalah Stockbit (Klik : Stockbit, berlangganan Stockbit Pro untuk mendapatkan fasilitas Fundachart)

Mari kita lihat contoh berikut ini,


Contoh diatas adalah AALI, apakah AALI sudah murah? Jika kita melihat pergerakan harga saham AALI, bisa dikatakan sekarang sudah cukup murah walaupun masih bisa menyentuh PE 5x. Namun perlu diingat bahwa sentimen harga CPO menjadi pengaruh besar untuk perusahaan-perusahaan dibidang kelapa sawit.



Gambar diatas adalah pergerakan harga saham ACES, saya mengambil data ACES ketika harganya masih di 775, coba bandingkan dengan harga sekarang di atas 1000, jika mengacu gambar diatas maka dengan harga 1000, ACES sudah termasuk kategori mahal.


 
Gambar diatas adalah pergerakan harga saham Adaro Energy (ADRO), jika Anda perhatikan gambar saham ADRO ini bergerak mulai dari PE tertingginya di 28x menuju ke PE terendahnya di kisaran 5x. Namun pergerakannya kembali mengarah keatas, artinya pergerakan harga saham tidak akan melebihi batas garis yang ditentukan (+1,-1, Mean PE, -2,+2). Beberapa kasus memang harga saham sebuah perusahaan bisa melebih Standar Deviasi +2 ataupun -2.



Lalu bagaimana mengaplikasikan PE Band tersebut kedalam trading kita? Mari kita rubah waktu pada PE Band kita. Seperti gambar berikut:


Gambar diatas adalah pergerakan harga saham ACES selama 1 tahun, untuk bisa melakukan trading pastinya range waktunya harus diperkecil, bisa menggunakan 3 minggu, 6 minggu ataupun 1 tahun. Jika mengacu pada gambar diatas, maka waktu membeli ACES adalah kisaran harga kurang dari 800 dengan target 1000. Apakah target bisa lebih dari 1000? Tentu saja bisa, coba bandingkan dengan PE Band 5 Tahun, pastinya harga dapat mencapai 1200.

Namun perlu diperhatikan, trading dengan PE Band ini hanya cocok untuk perusahaan dengan kinerja fundamental yang baik, itu sebabnya dinamakan Trading dengan Fundamental. Jika Anda memilih perusahaan dengan historis fundamental yang tidak baik, maka PE Band ini tidak akan cocok digunakan. Baik disini menurut saya adalah laba bertumbuh dan tidak ada news-news hukum yang sedang menjerat perusahaan.

Untuk lebih sukses dalam trading dengan PE Band ini maka Anda juga harus paham hal-hal apa saja yang membuat pergerakan harga saham meningkat, contohnya saham-saham industri Batubara sangat terpengaruh isu harga Coal dunia maka ada baiknya juga Anda memperhatikan harga Coal. Secara pribadi, saya lebih nyaman melakukan trading dengan PE Band ini pada saham-saham consumer dan tidak pada saham komoditas.

Beberapa saham yang biasanya saya perhatikan dengan PE Band adalah AISA, ACES dan LPPF. Dan yang paling favorit adalah ACES dan LPPF. Jika Anda mengamati chart LPPF, maka LPPF kemarin sempat dihargai low.


Harga LPPF turun dari Highnya di 22.000 menjadi 10.350 dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan SSSG LPPF yang turun dari tahun sebelumnya sehingga membuat investor banyak yang menjual saham ini, uniknya pada Q2 2017 LPPF membukukan laba yang meningkat, maka diharapkan sampai Q4 2017 pertumbuhan laba akan terus meningkat dan ditargetkan kembali (konservatif) diharga 16.000 hingga akhir tahun (Middle Band).

Low pada saham LPPF sebelumnya terjadi pada 11.175 dan beberapa hari yang lalu menciptakan low yang baru diharga 10.375. Perhatikan jua setelah low pertama, harga saham LPPF kembali meningkat menjadi 15.000 dalam kurun waktu 4 bulan. Lalu bagaimana low kedua? Anda yang tentukan jawabannya..

Memang trading dengan fundamental ini bisa dikatakan swing trading, hanya saja Anda tidak perlu menggunakan analisis teknikal dimana Anda harus mempelajari trend harga, warna candlestik, MACD, CCI, volume dan lainnya.  

Catatan : Trading dengan fundamental adalah membeli perusahaan dengan harga murah dan menjualnya pada harga tinggi dengan memperhatikan pertumbuhan laba perusahaan.

Sekian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Happy Trading!

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…