Skip to main content

Portofolio Agustus 2017

Selamat Bulan Juni!
Seperti biasa, saya akan Pamer (?) Portofolio saya Hahaha... (Portofolio Sebelumnya: Portofolio Juni 2017)

Kembali saya tegaskan, saya menunjukkan portofolio saya bukan untuk Pamer ataupun lainnya. Hanya ingin sharing, dan apa yang saya beli bukan rekomendasi untuk Anda dibeli. Kalo di akhir-akhir tulisan biasanya mereka bilang "Disclaimer On".

Sesuai judul tulisan kali ini maka yang dibahas adalah portoflio, maka berikut saya tampilkan kinerja portoflio saya dibulan Agustus:

NAMA
AVERAGE
LAST
%
AISA
1.555
1.035
(33.4)
BNLI
658
720
9.4
LPPF
10.600
10.000
(5.7)
MBSS
391
364
(7.1)
PTRO
693
1085
56.6
TOTL
774
760
(1.8)
(X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Jika dibandingkan portoflio bulan Juni, maka secara rata-rata investasi saya mengalami penurunan drastis. Penurunan kinerja ini disebabkan penurunan harga saham Tiga Pilar (AISA) yang sangat drastis. Berikut ulasan saya tentang masing-masing kinerja saham di portofolio:

1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Saya tidak bisa berkomentar banyak, memang banyak yang mengatakan keputusan saya untuk hold saham AISA dianggap sebagai sebuah kesalahan, melihat semakin banyaknya kasus dari Tiga Pilar. Tapi saya bersikukuh bahwa AISA memiliki manajemen yang baik, saya masih menunggu hasil keseluruhan dari pihak kepolisian terkait proses Tiga Pilar. Terkait laporan keuangand Q2 2017, belum ada pemberitahuan dari manajemen. 

2. Bank Permata (BNLI)

Berita tentang Permata Bank terakhir yang saya baca adalah rencana merger StanChart Bank dan Permata Bank namun belum ada kejelasan kapan akan dilakukan. Mengenai  laporan Q2 2017 sudah saya informasikan pada Portofolio Juni 2017

3. Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) 

Hasil YoY laporan keuangan Mitrabahtera pada Q2 menunjukkan perbaikan dimana rugi bersih menurun menjadi -54.532.367.951 dari sebelumnya rugi bersih sebesar -79.896.790.960. Rugi bersih masih terjadi disebabkan belum pulihnya Sales dari Mitrabahtera, dimana Q2 2017 membukukan Sales sebesar 441 Milyar. Untuk Q3, apabila Sales tidak mencapai 1 Trilliun maka diperkirakan MBSS akan kembali mengalami rugi bersih.

4. Petrosea (PTRO)

Laba bersih Petrosea sepanjang Q2 2017, tidak terlalu memuaskan. Dimana Q1 2017 mencetak 32 Milyar dan pada Q2 2017 mencapai 34 Milyar, artinya Petrosea hanya membukukan keuntungan 2 Milyar.

5. Total Bangun Persada (TOTL)

Sepanjang Q2 2017, kontrak Total Bangun Persada telah mencapai 2,67 Trilliun dari target 4 Trilliun di tahun ini. TOTL menjadi saham yang paling banyak saya beli dibulan ini, mengingat prospek industri property yang semakin membaik ditahun depan. 

6. Matahari Departemen Store (LPPF)

Saya pernah menuliskan bahwa LPPF adalah "Too Big to Miss", kali ini saya diberikan kesempatan oleh market untuk kembali masuk ke saham LPPF diharga 10.600, sekalipun banyak prediksi bahwa LPPF akan menuju 9700. Maka bagi saya itu adalah kesempatan. Isu mengenai Lippo, SSSG dan E-Commerce menjadi sentimen negatif, tapi saya optimis bahwa Mataharimall.Com akan mampu bersaing. 

Sekian tulisan saya kali ini dan semoga bermanfaat menginspirasi pembaca sekalian, Happy Investing!


"Sometimes I Win, Sometimes I learn"

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…