Skip to main content

SCMA : Peluang?


Tulisan saya kali ini tentang saham Surya Citra Media Tbk (SCMA), dimana saham ini sudah masuk kategori low dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Beberapa data yang dapat dijadikan pertimbangan untuk membeli saham SCMA adalah :

Jika melihat data disamping, secara Aset dan laba bersih, SCMA konsisten meningkat. Secara hutang jangka pendek mengalami kenaikan signifikan dan hutang jangka panjang mengalami penurunan. Apakah hal ini baik? Berikut data Financial Strength dari SCMA :

Quick Ratio               : 225.31%
Current Ratio            : 303.40%
Total Debt to Equity : 26.64% 
(Sumber : RTI Bisnis)


Secara rasio keuangan SCMA dapat dikatakan sangat baik.     


Jika melihat data didapatkan bahwa laba kotor perusahaan mengalami penurunan namun laba bersih meningkat walaupun tidak signifikan, hal ini berarti manajemen cukup baik dalam mengelola cost diperusahaan. Hal menarik lainnya adalah Net Profit Margin dari SMCA dimana rata-rata 4 tahun terakhir cukup konsisten diatas 30%, hal ini lebih baik ketimbang perusahaan televisi lainnya seperti MNCN (rata-rata 25%) dan VIVA (rata-rata 9%). 




                                                                                     (Gambar diatas diatas:HQSahamIDX Telegram)

(Sumber : Stockbit Pro)

Jika mengacu pada data rata-rata PER diatas, maka rata-rata PER SCMA adalah 24x dan untuk kategori optimis pada PE Standart Deviation +1 (30x). Jika katakanlah hingga akhir tahun diprediksi EPS SCMA mengalami penurunan (Estimasi EPS 2017FY : 100) atau minimal menyamai EPS Full Year tahun 2016 (102), maka bisa didapat target price SCMA adalah 2400 (Pesimis) dan 3000/saham (Optimis) hingga akhir tahun. (Harga saat ini ketika artikel ditulis 1995/saham)

Kesimpulan : SCMA layak dikoleksi mengingat perusahaan memiliki fundamental yang sangat baik dan tidak sedang terkena kasus sehingga harga saham turun, penurunan harga saham lebih disebabkan sentimen lesunya perekonomian dan belanja iklan yang turun. Selain itu pada Q3 2017, SCMA memang mengalami penurunan laba bersih, namun menurut saya itu adalah jangka pendek. Melihat peluang harga saham turun lebih banyak juga mungkin terjadi, maka saham SCMA ini saya kira lebih cocok menjadi saham tabungan untuk 1-2 tahun kedepan dan bukan untuk ditradingkan.

Happy Investing! #YukNabungSaham

Disclaimer on : Keputusan jual-beli dan resiko menjadi hak dan tanggung jawab investor masing-masing. Kenali dan pelajari setiap saham yang akan dibeli.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…