Skip to main content

Portofolio November dan Desember 2017

Halo pembaca sekalian, saya keteteran dalam melampirkan kinerja portofolio saya mengingat portofolio minus dan berbanding terbalik dengan IHSG yang mencetak rekor, ini menjadi pelaran saya semenjak 2015 bulan 9 menjadi investor. Diakhir tulisan saya akan berbagi pengalaman dua tahun terakhir. Tanpa panjang lagi, berikut saya lampirkan kinerja portofolio saham saya:

CODE
AVG
LAST
%
AISA
764
460
(39.8)
BSDE
1645
1585
(9.6)
PTPP
2880
2390
(17)
TOTL
759
660
(13)
(X) = Dalam keadaan rugi

Mari kita bahas satu persatu saham yang saya miliki :

1. Tiga Pilar Sejahtera (AISA)

"Habis jatuh ditimpa tangga", mungkin peribahasa itulah yang dapat saya gambarkan untuk emiten yang satu ini, setalah kasus kualitas beras "Maknyuss" tidak sesuai SNI dan di gerebek polisi, kini masalah obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2018 menjadi masalah, salah satu cara yang ditempuh oleh pihak manajemen adalah melepas anak usaha yakni PT Dunia Pangan ke pada JOM, namun bukan direstui oleh kreditur, malahan kreditur menolak pelepasan aset Dunia Pangan.

Saya belum tau pasti apa yang melandasi kreditur menolak manajemen tiga pilar melepas Dunia Pangan, memang jika mengacu pada pelepasan aset sebelumnya yakni GOLL yang hingga kini belum dilunasi oleh JOM maka saya kira cukup wajar kreditur menolak pelepasan aset tiga pilar kepada JOM. Beberapa sumber yang saya baca, cara yang dapat ditempuh oleh pihak manajemen untuk melunasi hutang dan obligasi yang jatuh tempo adalah : 

1. Penerbitan Obligasi 
Penerbitan obligasi bisa menjadi solusi namun akan berat dikarenakan penerbitan obligasi bertujuan untuk melunasi hutang sebelumnya dan kupon yang diberikan juga akan meningkat karena rating AISA yang tidak mendukung.

2. Pinjaman ke Bank
Pinjaman ke Bank juga dapat menjadi alternatif, namun manajemen harus bergerak cepat karena obligasi yang jatuh tempo di tahun 2018 jumlahnya adalah 900 milyar.  

3. Right Issue
Ini adalah langkah yang cukup kurang menyenangkan bagi investor dan menurut saya ini akan sulit tercapai. Melihat prospek tiga pilar yang belum pasti kedepannya maka dipastikan harga right issue akan cukup rendah dan efek dilusi juga akan tinggi disebabkan banyaknya jumlah saham beredar yang harus diterbitkan.

Kembali kepada portofolio saya, jika pada bulan oktober (Link : Portofolio Oktober 2017), saya masih memiliki AISA pada 1555, saya memutuskan untuk menjual 3/4 kepemilikan saya dan menanggung rugi yang cukup dalam dan memutuskan membeli kembali (averaging down). Alasan saya melakukan hal ini adalah bahwa keyakinan saya pada divisi food dan akan launchingnya capri sun, memang belum ada jaminan bahwa produk divisi food dan capri sun akan terus betumbuh. Namun, beberapa ulasan yang menarik mulai banyak bermunculan, khususnya tentang sisi positif dari Tiga Pilar. Jika mengacu pada harga wajar dengan kondisi saat ini, saya kira harga wajar AISA ada pada 800, melihat divisi food yang masih dapat diandalkan.

2. Bumi Serpong Damai (BSDE)

"Too Big to Miss", sepertinya tidak perlu banyak alasan bagi saya menjelaskan kenapa membeli saham BSD ini, secara simple pada Q3 2017 BSDE mampu mencetak laba 2 Trilliun, hal ini lebih besar dari Q3 2016 sebesar 1,1 Trilliun. Selain itu peningkatan laba juga di barengi dengan peningkatan sales. Apakah ini pertanda bisnis property akan kembali berjaya? saya kira tidak, euforia property mungkin tidak akan terulang tapi kebutuhan rumah tetaplah tinggi. Target harga wajar BSDE bagi saya adalah 2500.

3. PT PP (PTPP)

Menurut saya dari semua perusahaan di sektor konstruksi (WIKA, JSMR, ADHI, WSKT, NRCA danTOTL), pengelolaan manajemen perusahaan yang paling baik adalah WIKA, PTPP dan TOTL. Untuk WIKA sendiri memang sangat menarik, disamping mereka mengerjakan proyek, mereka juga memiliki saham dari beberapa proyek yang mereka kerjakan seperti saham pada jalan tol dan pembangkit listrik. Target WIKA adalah menciptakan reccuring income dari kepemilikan saham tersebut. Selain itu, jika melihat proyek-proyek seperti kereta cepat dimana WIKA menjadi kontraktornya maka bukan tidak mungkin kedepannya apabila kereta cepat sukses maka WIKA kembali ditunjuk untuk mengerjakan hal serupa. Bagaimana dengan PTPP? diantara ketiga pilihan saya, maka saya memilih PTPP dan TOTL untuk saat ini, alasan utamanya adalah manajemen PTPP tidak ambil bagian dalam proyek agresif jalan Tol. Seorang sumber yang pernah saya tanyai untuk pembangkit listrik dapat BEP kurang lebih 5-6 tahun, sedangkan untuk jalan tol membutuhkan 12 tahun. Walaupun begitu PTPP masih ikut proyek agresif seperti pelabuhan dan berencana masuk kebisnis penyediaan air. Untuk PTPP target harga wajar saya ada pada 4000 sehingga masih cukup jauh dari harga saya beli.

4. Total BP (TOTL)

Bagi saya, kelebihan Total adalah manajemennya yang hati-hati. Walaupun, secara euforia investor menginginkan agar total mengambil proyek pemerintah. Alasan Total tidak ambil bagian juga menjadi hal yang bagus mengingat perusahaan yang mengambil proyek pemerintah cash flownya juga menjadi minus cukup besar. 
Jika mengacu pada proyek-proyek Total, manajemen sangat aktif dalam mencari proyek-proyek berulang dengan harapan bisnis mereka tetap berlanjut sekalipun sektor properti masih lesu. Pada Q3 2017, total kontrak yang didapat manajemen sepanjang 2017 adalah 3 Trilliun dari target 4 Triliun.  Walaupun begitu, hal minus dari perusahaan menurut saya adalah hutang mereka yang masih cukup tinggi. Jika mengacu kepada DER pada Q3 2017 ini pada 2.2x maka ini bukanlah hal yang baik. Sumber DER yang besar ini adalah utang usaha (256 milyar), uang muka pelanggan (765 milyar) dan bebas masih harus dibayar (703 milyar), jika dibandingkan hutang dengan aset lancar memang tidak menjadi masalah karena total aset lancar sebesar 2.4 Trilliun dan total hutang 2 trilliun.

Sekian pembahasan untuk 4 emiten yang saya miliki. Untuk beberapa perusahaan yang berada pada harga yang menarik adalah AALI, AISA, BSDE, CTRA, EKAD, PANS, PTPP, WIKA.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Fundamental Petrosea Tbk

PT Petrosea adalah perusahaan Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi Nasional Indonesia dengan Kemampuan Internasional. Dengan lebih dari 42 tahun pengalaman dalam Pertambangan, Rekayasa dan Konstruksi, dan Offshore Services Base, Petrosea diakui sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia.

Visi: Menjadi salah satu perusahaan terkemuka yang menyediakan jasa disektor pertambangan, Minyak & Gas serta infrastruktur di asia tenggara.

Misi: Menyediakan solusi yang inovatif disektor pertambangan, Minyak dan Gas serta infrastruktur untuk menciptakan kepuasan bagi seluruh klien dan pemangku kegiatan.



Pemegang saham Petrosea saat ini adalah:

Indika Energy    69.801%
Lo Kheng Hong 11.437%
Masyarakat        18.762%

Penulis berinvestasi di saham Petrosea (PTRO) sejak tahun 2016 (Portofolio November 2016), sejujurnya anak usaha Indika Energy (INDY) ini sudah penulis pantau sejak akhir tahun 2015 silam, ketika harganya masih 220an. Namun penulis belum memutuskan investasi di PTRO dikarenakan v…

Portofolio Oktober 2017

Seperti biasa laporan Bulanan akan saya tulis di blog saya, sebagai pengingat keputusan apa saja yang telah saya lakukan dalam berinvestasi.
Kinerja Portofolio saya cukup membaik, ditopang oleh penguatan harga saham MBSS. Walaupun secara overall masih mengalami rugi disebabkan penurunan harga saham LPPF, TOTL dan AISA. Berikut hasil kinerja portofolio saya per tanggal 28 Oktober 2017:
NAMA AVERAGE LAST % AISA 1555 980 (37.0) BNLI 658 650 (1.2) LPPF 10.600 8600 (18.9) MBSS 391 570 45.4 TOTL 765 695 (8.9) (X) = Sedang dalam keadaan penurunan / rugi


Berikut ulasan untuk portofolio saham saya saat ini :
1. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Pertengahan bulan ini, saya menemani orang tua berbelanja bulanan. Saya melihat beberapa beras yang dilabeli tulisan "Beras HET". Uniknya bagi saya adalah tidak hanya beras Maknyus yang

MBSS : Waiting Moment

Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) adalah penyedia solusi logistik dan trasnportasi laut terpadu untuk bahan curah yang terkemuka di Indonesia, secara khusus batubara. memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang usaha ini, MBSS dikenal memiliki reputasi pelayanan dengan kualitas tinggi dan dapat diandalkan. MBSS terutama melayani tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia

VISI: Menjadi perusahaan tingkat dunia dalam menyediakan solusi bagi layanan logistik laut dan transshipment yang diakui oleh standarisasi yang tinggi dari menajemen keselamatan, keandalan dan keunggulan operasional.

MISI: Menyediakan solusi yang berkualitas tinggi untuk logistik laut dan transshipment untuk batubara dan barang-barang curah lainnya termasuk minyak dan gas.


Penulis membeli MBSS pada Desember 2016 (Tercatat : Portofolio Des 2016), pada portofolio tersebut, MBSS sebenarnya penulis beli sebagai pengganti SOCI, kenapa SOCI dijual? sudah penulis jelaskan di artikel penulis tersebut, So... Let…