Skip to main content

Posts

Konsep Price Earning Ratio (PER)

Halo, apa kabar semua pembaca sekalian? Semoga sehat dan baik selalu. Tulisan saya kali ini akan membahas konsep PER yang sering dilupakan. Tulisan ini berawal dari perasaan saya ketika melalukan evaluasi kenapa saya terjebak didalam saham-saham seperti AISA dan lainnya. Berikut pembahsan saya.

Rumus Price Earning Ratio :
PER = Harga saham saat ini/ Earning Per Share (EPS)
Jika melihat rumusan PER diatas maka dengan mudahnya kita dapat menghitung PER sebuah saham, katakan lah pada saat ini harga saham A berada pada harga 100 dan berdasarkan Laporan Keuangan (LK) kita mendapatkan EPS saham A sebesar 10, maka kita bisa hitung PER = 100/10 = 10x. 
Apa artinya PER 10x? Artinya ketika sebuah perusahaan membagikan seluruh laba-nya kepada pemegang saham (investor), dibutuhkan 10 tahun bagi pemegang saham untuk balik modal (Tanpa memperhitungkan kenaikan harga saham). 
Saham-saham seperti apakah yang seharusnya kita pilih? Tentu saham-saham dengan PER yang cukup rendah, karena semakin rendah…

Mencari Buku dengan IPUSNAS

NB : Tulisan saya kali ini tidak ada hubungannya dengan promosi berbayar atau apapun yang menguntungkan saya. Tujuan saya adalah agar Anda dapat membaca buku secara gratis melalui layanan yang sudah tersedia (disediakan oleh Pemerintah)


IPUSNAS adalah aplikasi membaca buku gratis dari Perpustakaan Nasional secara online. Anda dapat mengunduh aplikasi ini secara gratis melalui smartphone Anda. Buku-buku yang Anda pinjam akan tersimpan didalam aplikasi Ipusnas dalam kurun waktu tertentu.

Berdasarkan sumber Ipusnas (Link : Ipusnas )

Ipusnas memilki spesifikasi minimal agar baik digunakan, yakni :

Spesifikasi Minimal Untuk Android1.4.0 and up 2.1GB of RAM 3.4-inch display size Spesifikasi Minimal Untuk iPhone/iPod-Required iOS 7.0 or later -Optimized for iPhone 5 -Compatible for iPhone and iPod Touch
 Disamping ini adalah tampilan dari beranda Ipusnas.

Bagi saya pribadi, aplikasi ini sangat bermanfaat, selain buku yang disediakan cukup banyak, buku-bukunya cukup update. Walaupun memang, Anda tid…

Buku : Disruption oleh Reinald Kasali

Anda ingat Bluebird Tbk? Taxi Express Tbk? Bagaimana laporan keuangan mereka saat ini? Penulis tanpa sengaja melihat sebuah buku baru di tatanan rak Grameda (21 Maret 2016) dan memutuskan untuk membelinya, buku itu berjudul Disruption karya Reinald Kasali dan dikesempatan kali ini penulis ingin membahas dan berbagi cerita tentang buku ini. 
Apa itu "Disruption"? Jika kita terjemahkan maka arti dari Disruption adalah mengacau atau lebih tepatnya pengacau. Apakah uber, grab maupun go-jek adalah pengacau bisnis transportasi? ataukah mereka adalah bentuk dari perubahan?

Jika kita ikuti berita tentang Taxi Online di Indonesia, kita akan ingat. Menteri Perhubungan saat itu, Ignatius Jonan sempat mengeluarkan larangan adanya Go-Jek, namun keputusan itu dianulir oleh Presiden Jokowi. Apa dampaknya dari keputusan ini? Kita bisa melihat bagaimana perusahaan (Go-Jek) bertumbuh dengan cepatnya, melayani semua orang dengan layanan yang bervariatif (Go-Box, Go-Clean dll). Kini, selain Go…

LPPF : Too Big to Miss

Pada tanggal 1 Maret 2017, jika investor memperhatikan maka saham Matahari Departemen Store (LPPF), mengalami penurunan 15% dari 13.000/lembar (28/2/2017) menjadi 11.500/lembar (1/3/2017), Lalu apa penyebabnya?

Saham PT Matahari Departemen Store (LPPF) mendapatkan rekomendasi underweight alias patut dikurangi dengan target harga 12.000/lembar, padahal sebelumnya rekomendasi saham LPPF adalah overweight dengan target harga 23.390. Tidak perlu terlalu panjang lebar, sebenarnya analisa dari Bareksa (Link :LPPF Underweight) sudah cukup menjelaskan Laporan Keuangan LPPF. Hanya saja izinkan penulis sharing bagaimana pendapat penulis sendiri tentang LPPF
bagaimana tanggapan penulis terhadap LPPF? Ya, penulis memutuskan untuk melakukan Buy saham LPPF diharga 11.650, kenapa? Penulis memiliki beberapa alasan sederhana, yakni :
1. Price (Harga) Jika kita perhatikan dari chart maka harga saham LPPF saat ini merupakan terendah dalam kurun 1 tahun terakhir.  (Sumber : google)

Jika diperhatikan kemb…

Buku : THE TEACHING OF RETAIL GURU "SAM WALTON"

Buku yang kali ini penulis baca mungkin tidak terlalu berhubungan dengan saham. Ya, memang buku ini penulis beli hanya untuk sekedar bacaan. Tapi... Ternyata buku ini mengajarkan banyak hal, walaupun buku ini merupakan buku terjemahan dan ringkasan dari buku aslinya berjudul :

"SAM WALTON MADE IN AMERICA

Buku ini mengajarkan penulis tentang:
1. Pentingnya 1 Dollar ($1)     Bagi kita sebagai investor mungkin melihat uang logam 100 rupiah atau 200 rupiah dijalan bukanlah hal menarik, tapi tidak bagi seorang Sam Walton, dia akan mengambilnya. Sam Walton menunjukkan bagaimana orang kaya menghargai setiap uang, sekalipun dia sudah kaya. Lebih baik bergaya seperti orang bangkrut meskipun kaya luar biasa daripada tidak bisa kaya dan menjadi miskin karena selalu bersikap seperti orang kaya. 
2. Menajemen    Sam Walton membuktikan bahwa menajemen yang bagus, pada akhirnya akan membuat perusahaan bertumbuh. Terbukti, dalam buku ini Wal-Mart diisi oleh orang-orang yang luar biasa, dan s…

Buku : Bagaimana Perekonomian Tumbuh dan Mengapa Runtuh

Pada tanggal 19 Januari 2017, setelah selesai ujian akhir semester (UAS), penulis memutuskan untuk pergi ke gramedia di jalan Ringroad Medan. Awalnya penulis hendak membeli buku "Zero to One" karya Peter Thiel yang sebelumnya direkomendasikan oleh anggota Komunitas Saham Indonesia. Namun, buku yang penulis cari sudah habis, So.. akhirnya penulis membeli buku berjudul "Bagaimana Perekonomian Tumbuh dan Mengapa Runtuh" karya Peter D. Schiff dan Andrew J. Schiff.


Buku ini menurut penulis sangat membantu dalam menjelaskan:
Ilustrasi asal-muasal sistem ekonomi Supply and Demand sebagai penggerak perekonomian Bagaimana seharusnya pemerintah mendorong masyrakat untuk menabung Penyebab inflasi dan deflasi Nilai dari sebuah mata uang Pembangunan infrastruktur berdampak terhadap perekonomian Bagaimana belanja negara menjadi bom waktu bagi negara itu sendiri  Bagaimana booming properti berujung krisis pada tahun 2008 dan pembahasan tentang pemahaman fundamental ekonomi 
Buku …

SIDO : Stay Safe

SIDO MUNCUL (SIDO)perusahaan jamu tradisional dan farmasi dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir. Berawal pada tahun 1940, dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio, Sido Muncul yang semula berupa industri rumahan ini secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar dan terkenal seperti sekarang ini. Pada tahun 1951, Sido Muncul mulai berdiri (klik : Sejarah Sido Muncul).


VISI : Menjadi perusahaan obat herbal, makanan-minuman kesehatan, dan pengolahan bahan baku herbal yang terkemuka dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis memberikan judul " SIDO : Stay safe" karena melihat perusahaan yang harga sahamnya tidak banyak bergejolak, walaupun SIDO sempat dihargai 950 pasca IPO nya dan kini dihargai 525 dan tetap secara PER dan PBV tidak murah (17x dan 3,1x). Penulis, pertanggal 10 Januari 2017 memutuskan untuk membeli SIDO dan kini emiten dalam portofolio penulis bertambah menjadi 8 emiten dari sebelumnya (Portofolio Desember 2016 ). Beberapa alasan penulis pada…